Kisah Uttaran: Terbongkarnya Kebohongan, Kehilangan Bayi & Pernikahan Tapasha-Raghuvendra, Kehamilan Ichcha.


Rathore terus mempersiapkan pernikahannya dengan Tapasya. Ia mengundang Jogi untuk datang dan memberkati mereka. Jogi geleng-geleng dengan sikap putrinya, Tapasya bisa bangun dan memulai hidup barunya setelah menghancurkan pernikahan Ichcha. Jogi memberitau Rathore untuk tidak mengharapkan kedatangan keluarganya di pesta pernikahan. Tapi ia meminta Rathore untuk bertanggung jawab terhadap anaknya.

Di rumah Mukherjee, Ichcha menemui si tuan M untuk menceritakan kebenaran yang baru saja di dengarnya. Sebelum Ichcha mengatakan apa-apa, tuan M mengakui bahwa ia telah mendengar semua perbincangan di rumah ini. Hanya saja ia terkejut bahwa Avinash telah memalsukan kematiannya sendiri. Tuan M mengatakan kalau ia terkesan dengan sikap Ichcha selama ini, sudah seperti anak perempuan baginya, meski sekarang ia sudah tau bahwa mereka tidak ada ikatan apapun.

Ichcha memberi semangat pada tuan M agar tidak menyerah terhadap hidupnya dan memberi Avinash pelajaran. Tuan M termotivasi, ia meminta Ichcha untuk memanggil teman polisi dan pengacaranya. Ichcha pun melaksanakannya.

Avi yang terus mengawasi gerak-gerik Ichcha, melihat dua orang pria memasuki ruangan ayahnya. Ichcha melaporkan bahwa kesehatan tuan M pulih sangat baik, bahkan ia meminta untuk bicara dengan pengacara. Avi beranggapan bahwa tujuannya mendapatkan kekayaan ayahnya akan segera tercapai. Avi pun bertanya tentang kedatangan dua orang ke kamar ayahnya, Ichcha mengaku tidak tau.

Di rumah Rathore, Daijaan membuat persiapan perniakahan, tapi Tapasya tidak menunjukkan ketertarikannya. Rathore jadi bertanya apa Tapasya niat menikah atau menunggu orang lain lagi. Tapasya emosi, Rathore meyakinkan bahwa ia hanya ingin melihat Tapasya bahagia.

Nani tidak menyerah untuk mengetahui keberadaan Tapasya, ia datang ke rumah Rathore, diam-diam mencari Tapasya dan berhasil mencapai kamarnya. Nani mulai menunjukkan simpatinya pada Tapasya dan akan mengeluarkannya dari ‘penjara’ Rathore ini. Tapasya memberitau Nani bahwa ia tinggal di rumah Rathore atas keinginannya sendiri dan damai disini, ia takkan kemana-mana. Tapasya meminta Nani untuk meninggalkannya dan tidak mengusik hidupnya lagi.

Nani tentu saja kecewa dengan penolakan Tapasya, ia mengatakan pada Tapasya bahwa ia merasa bersalah karena bersengkokol tidak memberitau bahwa bayi yang dikandungnya adalah milik Rathore, mereka merawat bayi itu bersama, bagaimana bisa sekarang Tapasya memintanya pergi. Tapasya tidak mau mendengarkan ucapan Nani, ia meminta Nani untuk pergi.

Saat Nani mau pergi dari kamar Tapasya, nenek Rathore muncul dan memberitau Tapasya bahwa Rathore barusan telpon, mereka telah menemukan bayi, sekarang perlu Tapasya untuk mengenali si bayi. Nani yang mendengarkan, tentu saja bertanya pada Tapasya, bayi apa yang dimaksud. Tapasya hanya menunjukkan wajah bahagia tanpa memberi penjelasan dan meninggalkan Naninya. Nani kemudian memperkenalkan diri pada neneknya Rathore bahwa ia adalah neneknya Tapasya dan kembali menanyakan bayi yang barusan dibicarakan.

Di rumah Mukherjee, pada malam hari, Avinash mengendap ke kamar ayahnya sambil membawa jarum suntik. Ia berniat mau menghabisi sang ayah. Tentu saja rencananya gagal karena ada polisi yang memang bersembunyi di ruangan itu telah menangkap basah kelakuannya. Bahkan tuan M bangun dan meminta polisi untuk menangkap Avinash. Avinash tentu saja tidak terima, bagaimana bisa sang ayah menyuruh polisi menahannya, sedang ia adalah anaknya.

Saat itu Ichcha dan Damini muncul, menjelaskan, itu karena Avinash sudah berbohong pada ayahnya tentang kematiannya sendiri, bahkan Avinash membawa mereka ke rumah ini sebagai bagian rencananya itu. Ichcha pun memberitau polisi rencana Avinash. Tuan M tentu saja marah besar, ia lebih baik tak punya anak kalau kelakuannya seperti Avinash. Ia lebih baik memberikan hartanya pada orang luar, tidak pada Avinash.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan