Keluarga Bundela dan keluarga Thakur jadi panik mendengar kabar tersebut. Karena saat kejadian, Veer sedang dengan Tapasya. Gunwati dengan nada marah menceritakan pada Damini dan Divya bahwa semua kekacauan yang disebabkan oleh Satya dan Saanchi ini berawal dari masa kecilnya dan ibunya yang bekerja di rumah mereka. Mereka menyalahkan Satya dan ibunya atas semua benda yang hilang di rumah. Terakhir, mereka tau kalau itu semua ulah Vansh. Saat menyadarinya, Satya dan ibunya sudah pergi. Ia tak menyangka akan dapat balasan dengan cara buruk seperti ini.

Gunwati menyadari kekeliruannya memperlakukan pembantu. Dia harusnya belajar dari cara Divya memperlakukan Damini. Gunwanti menangis, ia takkan sanggup kalau harus kehilangan Veer juga. Damini menenangkan Gunwanti.

Ichcha, Tapasya, Umed dan Daddaji sibuk mengurus masalah yang menimpa Veer.

Saat ada kesempatan bicara, Divya mengatakan pada Damini bahwa putrinya, Tapasya, selalu tidak hadir dan selalu Ichcha yang tampil. Bahkan ketika Tapasya bekerja kerasa untuk semuanya dengan ikhlas. Jika hari ini terjadi sesuatu pada Tapasya, ia tidak akan mema’afkan Damini atau Ichcha. Damini hanya merespon bahwa ia memahami perasaan Divya, sekarang yang dicemaskan bagaimana jika sesuatu terjadi pada Veer maka takdir kedua putri mereka akan hancur. Itulah yang sekarang menjadi prioritas.

Umed dan Daddaji berusaha menyelamatkan Veer. Ia datang menemui inspektur polisi wanita yang bernama Gauri. Satya mengingatkan si polisi bahwa jangan sampai orang kaya bisa menyuap dengan uang untuk kejahatan yang dilakukan.

Ichcha dan Tapasya mempunyai pikiran yang sama kalau Veer sudah diberi obat dan masuk perangkat Satya dan Saanchi. Ichcha berusaha menyelamatkan Veer dengan memperlihatkan hasil pemeriksaan medis dalam peristiwa sebelumnya bahwa Veer telah diberi minuman yang sama oleh Satya dan Saanchi. Polisi tetap tidak percaya karena Ichcha adalah istri Veer dan tentu saja membela suaminya. Umed yang minta tolong pada kenalan polisinya juga tak berhasil karena semua mengira Veer memang salah telah menyerang Saanchi dalam keadaan mabok.

Ichcha yang putus asa menemui Veer di tahanan. Veer menjelaskan bahwa ia tak melakukan itu. Ichcha menegaskan pada Veer bahwa ia mempercayai suaminya itu, mereka akan berjuang, terus menyelamatkan Veer, kebenaran pasti akan menang. Ichcha Veer saling menguatkan lewat pegangan tangan dan tatapan mata.

Tapasya mengunjungi Rathore untuk meminta bantuan mengeluarkan Veer dari penjara. Rathore meyakinkan tapasya bahwa ia bisa melakukan itu tapi dengan satu syarat, Tapasya harus menikah dengannya. Tapasya terkejut.

Rathore mengingatkan Tapasya bahwa ia tidak memiliki masa depan saat ini dengan suami yang ga jelas dan keluarga yang tak lagi menginginkannya. Tapasya tidak bisa meyakinkan Rathore bahwa ia punya kehidupannya sekarang. Tapasya akhirnya kembali ke rumah keluarga Bundela dengan perasaan bingung. Rathore dengan yakinnya memberitau Daijaan-nya bahwa ia akan melangsungkan pernikahan besok, yang tentu saja disambut dengan penuh antusias. Semua persiapannya pun segera dilaksanakan.

Sementara di rumah keluarga Bundela, Daddaji memanggil para menantu, otomatis Ichcha dan Tapasya datang menghadap. Daddaji menyerahkan sebuah catatan pada Ichcha sekaligus mengingatkan agar mereka dapat pengacara. Tapasya yang terpengaruh omongan Rathore sebelumnya, jadi bertanya-tanya, apakah memang tempatnya bukan di keluarga ini.

Rathore terus mengingatkan Tapasya tentang pernikahan yang sedang ia persiapkan dan memastikan orang tuanya juga akan datang. Tapasya yang mulai bimbang dengan posisinya, hanya membiarkan Rathore mempersiapkan semuanya, tapi ia juga tidak bicara pada keluargnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :