[Ocehan Tak Lucu] Anak Sudah Remaja?


Seorang keponakan cowok yang masih duduk di bangku kelas 6 SD, sempat membuat saya senyum-senyum sendiri melihat tingkahnya. Badannya termasuk bongsor untuk anak kelas 6, 152 cm dan berat 60 kg *agak ndut malah*. Belum akil baliq, tapi, secara penampakan, kalau dalam kondisi diam, sosoknya sudah seperti anak SMP kelas 3 atau kadang dibilang sudah kelas 1 SMA. Akan tetapi, kalau sudah bersuara, tingkah anak-anaknya akan terlihat jelas. Orang yang tak tau usianya, akan bingung melihat tingkahnya yang masih sangat ke kanak-kanakkan *ya iyalah, masih anak-anak ❓ *. Terkadang ia sok merasa sudah remaja lho.

Salah satu tingkah transisi dari kanak-kanaknya akan terlihat jika jalan bareng mamaknya. Awalnya, dengan senang hati ia akan sedang di gandeng mamaknya, bahkan tangan si mamak akan diayun-ayunkan dengan semangat. Tapi, jika ketemu orang, spontan tangan mamaknya di lepas sambil berbisik, “tanganku jangan di pegang dong, Mam. Udah remaja kan?”, sambil jalan dengan gaya sok coool.

Remaja, Kuncup Mau Mekar

Melihat hal itu, si mamak kadang suka menggoda, “Justin Bieber juga udah remaja, dikenal oleh seluruh remaja dunia. Ia bangga tuh jalan sambil menggandeng tangan mamaknya, mana di sorot kamera lho”. Dengan cueknya si ponakan merespon, “kalo artis kan perlu pencitraan Mam. Aku kan anak mama, bukan Justin Bieber”. Si mamak hanya bisa geleng-geleng kepala sambil kehilangan kata-kata.

Dilain waktu, si ponakan mau main ke luar rumah *taman yang ada di komplek perumahannya*, berpamitan, “Mam! Aku main keluar yaa”, sambil masukin handphone yang biasa dipakai untuk main game ke kantong celananya. Si mamak langsung berkomentar, “main diluar, apa perlunya kau membawa hp segala?”. Si ponakan merespon komplain mamaknya dengan gaya santai, “tenang mam, aku kan sudah remaja, biar terlihat gaya”, sambil naik-naikkan kedua alisnya. Si mamak hanya bisa garuk-garuk kepala yang tak gatal, soale, kalo di nasehati lagi, pasti ada aja alasan si anak.

Pulang dari bermain, setelah mandi, si anak diminta makan sama mamaknya. Si ponakan langsung menunjukkan wajah memelas, “makannya di suapin yaa Mam. Anak ganteng Mama ini kan masih anak-anak”. Mamaknya langsung ngomel, “tadi waktu pamit main, kau ngaku udah remaja. Anak remaja kan malu kalo makan masih disuapin?”.

Dengan nyantainya si ponakan ngelesh, “aahhh, Mama. Itu aja dianggap serius, mama kan lebih tau anaknya, masa mama lupa, kata Pak Guru, anak cowok itu disebut remaja, kalo udah akil baliq, kalo udah mimpi masah. Aku kaan belom, masih anak-anakkan?”, sambil nyengir. Si mamak kembali narik nafas dalam, geleng-geleng kepala dan nyuapin anak cowoknya yang saat ini ngaku masih anak-anak 😛 .

Kawans, baca juga [Ocehan Tak Lucu] Kebelet Ingin Jadi Pemimpin yaa.

Kelakuan anak-anak sok remaja si bongsor ternyata tidak sampai disitu. Kalo mau tidur, dengan gaya sok remajanya, ia pamitan sama mamaknya, “malam mama, aku mau tidur nih”, sambil cium pipi kiri kanan mamaknya. Kemudian ia nyodorin jidatnya untuk di kecup si mamak. Mamak akan ngingatin anaknya, “sebelum tidur, jangan lupa baca do’a yaa”.

Si ponakan jalan ke kamarnya, ga nyampai 5 menit, ia udah teriak, “Mam! Sini dulu deh”. Si mamak yang udah hapal kebiasaan anaknya yang satu itu kalo mau tidur, gantian ngelesh, “anak remaja, udah harus bisa tidur sendiri!”. Ternyata, si ponakan, kalo ada mamaknya di rumah, saat ia mau tidur, ia belum bisa tidur kalo punggungnya belum di garuk-garuk oleh tangan mamaknya. Tapi kalo mamaknya ga ada, yaa, langsung tidur ajaa. Kebiasaan seorang anak yang agak sulit dimengerti oleh orang dewasa yang sibuk.

Duh, ponakanku, tingkahmu itu masih lucu sebagai anak-anak, nikmati aja, ga usah ngaku-ngaku udah anak remaja kalo lagi ngelesh sama mamakmu 😉 . Remaja itu ibarat kuncup yang mau mekar, jangan sampai layu sebelum berkembang yaa, nikmatilah proses pertumbuhanmu ❤ .

Iklan

One response to “[Ocehan Tak Lucu] Anak Sudah Remaja?

  1. Ping-balik: [Ocehan Tak Lucu] Gaya Pacaran Anak Sekarang | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s