Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Ashoka #215 15 episode

Bindusara merespon Dharma dengan dingin, “tapi,, tapi apa. Putra kita menanggung hujatan kejahatan, dan kau tidak mengatakan apa-apa padanya? Kenapa dia menghabisi para prajurit yang tidak bersalah?! Kenapa menyiksa orang yang tidak berdosa? Kau diam meskipun tau segalanya? Apa kau tau, apa yang dia lakukan itu disebut apa? Pengkhianat!”.

Dharma masih dikuasai sihir Charumitra, “aku dibutakan oleh kasih sayangku pada putraku. Aku hanya ingin melihat dia menjadi pewaris, aku ingin dia duduk di singgasana”. Bindusara menatap Dharma dengan tatap tak mengerti. Dharma terus bicara dibawah kendali sihir, “tapi aku tidak menyangka keinginannya itu membutakannya dan berusaha mencelakai kakaknya. Dia todongkan senjata untuk menyerang ayahnya. Dia sudah salah jalan, dan kita bisa membawa dia kembali ke jalan yang benar. Kau adalah penguasa, siapa yang bisa menentang keputusanmu. Kalau kau bisa mema’afkannya, semuanya akan mema’afkan dia”.

Bindusara membuka kedua telapak tangannya, “apa yang terjadi padamu Dharma? Aku merasa bahwa kau ini adalah orang lain Dharma dan bukan dirimu *Charumitra yang tentu saja mendengar itu, terlihat agak terkejut* seolah aku tidak mengenalmu. Dharma kita sepakat kita tidak punya hak untuk merenggut nyawa orang dan sekarang? sekarang kau membela orang yang sudah merenggut nyawa orang lain Dharma. Kau tidak mengerti, apakah ini kau lakukan hanya karena dia adalah putramu sendiri?”.

Dharma menjawab, “apa kau tidak bisa melakukan ini untukku?”. Bindusara mulai marah dengan ucapan Dharma yang tak sesuai dengan yang biasanya, “cukup! Cukup permaisuri Dharma. Setelah ini, jangan pernah kesini untuk pengampunan demi Ashoka. Aku tidak mau itu. Kalau dia bersalah, maka dia harus membayar apa kesalahannya, hukuman pengkhianat hanya satu, hukuman mati”. Bindusara tak menatap Dharma lagi.

Ashoka #215 17 episode

Dharma menangis mendengar hal itu, “tidak, kau tidak bisa melakukan ini Yang Mulia, kau tidak bisa melakukan ini. Aku mohon padamu, tidak, hiks,hiks”. Pantulan kaca yang ada dekat Dharma bicara dengan Bindusara terlihat bahwa jiwa Charumitra yang mengendalikan Dharma terlihat sangat senang, ia tersenyum, misinya menghasut pikiran Bindusara agar membenci Ashoka sekaligus Dharma telah berhasil. Tapi sang penguasa tidak menyadari bahwa istri kesayanganny adalam pengaruh ilmu hitam istri tuanya. Penguasapun tak berdaya dalam permainan para wanita :p .

Kisah Ashoka episode selanjutnya, Ahankara menemui Bindusara, memohon ma’afa atas Ashoka. Bindusara heran dengan sikap Ahankara yang telah meminta ampun untuk orang yang telah berusaha mencelakai calon suaminya. Ahankara mencoba memberitau kalau Sushima sama sekali tidak mencintainya, tapi membencinya. Sushima bahkan menyiksanya dan juga adiknya. Bindusara menatap Ahankara tak percaya. Di sisi lain, Nur sedang mempersiapkan rencana penyerangan dengan Dastan, dengan memberitau detail dari Pataliputra dan bagian mana yang perlu di waspadai karena di jaga oleh ribuan pasukan. Dastan membulatkan tekadnya bahwa demi Nur dia akan melakukan apa saja, tanpa tau kalau dia sesungguhnya telah dimanfaatkan oleh permaisuri ambisius itu.

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.