Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Ashoka #215 12 episode

Di penjara, Ashoka duduk di pinggir dipan kayu yang tersedia di ruangan tersebut. Ahankara berdiri dengan gelisah dan menangis, “ma’afkan aku, kau telah melakukan banyak hal untukku dan juga adikku. Tapi aku? Telah mengkhianatimu. Aku telah mengkhianati cinta kita”.

Ashoka yang duduk jadi mengernyitkan wajahnya begitu mendengar pengakuan hati Ahankara, “cinta kita?”, sambil bangkit berdiri menatap Ahankara, “tidak putri. Aku tidak pernah mencintaimu!”. Ahankara terpana bingung menatap Ashoka, tidak mungkin dia salah tafsir dengan perhatian sang pangeran Ashoka. Ashoka menatap Ahankara dengan wajah biasa, meyakinkan bahwa dimatanya tidak ada cinta sama sekali, seperti yang di kira Ahankara.

Ahankara perlahan mundur beberapa langkah, tak percaya dengan kenyataan yang barusan di dengar dan dilihatnya. Ashoka coba menjelaskan sikap yang disalah tafsirkan oleh Ahankara, “aku tau, karena dengan kenyataan ini aku menghancurkan hatimu. Tapi percayalah padaku, aku, aku tidak pernah memandangmu dengan perasaan cinta”. Ahankara menatap Ashoka dengan tatap masih tak percaya.

Ashoka terus bicara, “ketika pernikahanmu di tetapkan dengan kakak. Aku tau perasaanmu dan apapun yang dipikirkan oleh kak Sushima tentang diriku, dan apa yang kau pikirkan tetang kak Sushima. Dan aku, selalu memandangmu dengan perasaan itu”. Ahankara coba mencari kepastian dengan tergagap, “la, lalu kenapa, kenapa kau membantuku Ashoka? Kenapa kau mempertaruhkan nyawamu demi aku? Lalu kenapa, kau mau menanggung kesalahanku?”.

Ashoka #215 13 episode

Ashoka mengubah posisi berdirinya dengan menyamping, “karena kau pernah berkata bahwa aku adalah sahabat. Aku hanya memelihara hubungan itu. Aku merasa aku bertanggung jawab melindungimu dan juga membantu dirimu”. Ashoka membalikkan badan melihat Ahankara, “karena ada benarnya juga bahwa karena diriku, kau kehilangan ayah dan ibumu”.

Ahankara sangat kecewa, ternyata perasaan dan perhatian Ashoka tidak seperti yang di kiranya, “aku bisa saja hidup karena di hina dan disiksa oleh Sushima, Ashoka. Tapi aku tidak akan bisa hidup dengan beban belas kasih dan hutang budimu. Karena itu, aku akan ceritakan dengan jujur pada Yang Mulia”, kemudian melangkah mau meninggalkan ruangan penjara.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.