Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Ashoka #215 09 episode

Radhagupt menemui Dharma di ruangannya. Dharma menyampaikan kekecewaannya, “banyak hal yang terjadi, dan aku tidak tau apapun”. Radhagupt coba menjelaskan, “aku rasa Ashoka sangat mencemaskan keselamatan anda, karena itulah dia ingin merahasiakan kebenaran dari anda”.

Dharma bangkit dari duduknya, berdiri di hadapan Radhagupt, “Acharyam, bagaimana bisa aku mengingatkan padamu, aku kenal baik putraku itu, dia itu Ashoka. Dia menghilangkan penderitaan orang, bagaimana dia bisa mencelakai orang lain. Dengan ketegasan dia menghadapi berbagai musibah dengan tabah, bagaimana mungkin bisa melakukan kekerasan. Dia tidak bisa merampas harta kerajaan, dia tidak mungkin menghabisi para prajurit dan pengungsi. Bagaimana mungkin dia melakukan penyerangan yang mematikan pada kakaknya”.

Radhagupt memberitau realita yang ada, “ngngng, Dewi, dia sendiri mengaku menyamar sebagai Agradot, dia juga mengakui dialah yang menyerang Sushima. Dan jika dipertemuan besok, karena tekanan dia menerima kesalahannya, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya”.

Dharma belum menyerah untuk mengungkap kebenaran bahwa Ashoka tidak bisa seperti itu, “tapi kau tau, kau sangat mengenal Ashoka dengan baik. Kau sangat memahaminya, jadi kau tau benar, kebenaran ini tidak seperti yang terlihat”. Dharma mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, “tolong selamatkan dia”. Radhagupt menjawab, “Dewi, aku sudah melakukan seharusnya apa yang ku lakukan, aku khawatir jangan-jangan semuanya sudah terlambat”. Dharma menatap Radhagupt dengan lemas.

Di ruangan tempat Sushima dirawat, Calata memberi laporannya pada Charumitra yang sedang duduk menghadap pembaringan Sushima, “sekarang sudah sangat terlambat, tidak ada yang bisa menyelamatkan Ashoka, Acharya Chanakya maupun Dewa. Bodoh sekali, dia telah berani menyerang Yang Mulia, dia sudah menyiapkan sendiri, kematian bagi dirinya sendiri. Dan sekarang kita harus buktikan di pertemuan nanti bahwa dia serakah pada kedudukan. Dia sangat egois, dia mulai iri hati pada pangeran Sushima”.

Charumitra yang mendengar laporan Calata, matanya yang penuh kejahatan membesar, “aku tidak mau kali ini melakukan kesalahan. Aku pernah melihat kasih sayang Yang Mulia, bagi Ashoka, bagi Dharma. Dari pada pertemuan ini, lebih penting mengisi hati Yang Mulia dengan kebencian pada Ashoka hingga walaupun dia mau mema’afkan Ashoka, dia tidak akan sanggup lagi. Yang telah melakukan hal ini pada putraku, maka aku akan memastikan kematian bagi mereka. Sudah tiba saatnya bagi Dharma dan Ashoka untuk mati. Sekarang aku, akan memainkan kartu as untuknya”, dengan geraham menggertak dan mata semakin melotot.

Calata yang mendengar dengn hanya melihat punggung Charumitra yang duduk membelakanginya, terlihat agak bingung dengan rencana Charumitra tersebut. Tiba-tiba, Charumitra bangkit dan menuju ruangan lain.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.