Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Ashoka #215 06 episode

Sementara di pintu, Dharma masih menangis sambil melihat ke arah lorong, “Ashoka? Ashoka?”, kemudian berbalik dan bersimpuh memegang kaki Bindusara, “Yang Mulia, Yang Mulia, selamatkan dia, hanya karena mungkin dia mengangkat senjata, dia tidak bermaksud menyerangmu”. Ahankara menunggu respon Bindusara, begitu juga Radhagupt yang cemas. Bindusara bersuara dengan kaku, “dia sudah menyerang Sushima, kakaknya sendiri dia serang *Helena senyum senang* Dia sudah mengakui kesalahannya, itupun diakui dihadapan banyak orang. Tapi yang jelas saat ini sekarang, salah satu putraku Sushima, di ambang kematiannya”.

Dharma yang bersimpuh memegang kaki Bindusara, hanya bisa mendongak menatap Bindusara. Ahankara semakin bingung, Radhagupt tidak bisa berbuat banyak. Bindusara mengibaskan selendangnya, kemudian melangkah dnegan cepat meninggalkan ruangan. Dharma hanya bisa terduduk lemas dengan tatap tak percaya dengan apa yang terjadi padanya dan Ashoka. Ahankara menangis dengan diam. Helena menatap Dharma yang terlihat menderita dengan senyum tertahan, kemudian beranjak keluar ruangan. Radhagupt juga bergegas keluar ruangan.

Dharma yang masih terduduk bersimpuh dilantai bergumam tak percaya, “tidak, Yang Mulia tidak mungkin mengatakan ini, dia tidak bisa mengatakan ini, mungkin aku hanya salah dengar. Dia tidak bisa mengatakan ini, jangan”, dengan mata berkaca.

Ternyata Bindusara masuk ke ruangan dimana Sushima sedang mendapatkan perawatan, ia begitu terkejut melihat Sushima masih belum sadar juga. Permaisuri Charumitra langsung menghampiri Bindusara, memegang lengan sang suami dengan cemas, “Yang Mulia, aku takut, selamtakan putraku Yang Mulia”, kemudian menangis di dada Bindusara.

Setelah Charumitra agak tenang, Bindusara melangkah lebih dekat ke tempat pembaringan Sushima, tabib memberitau perkembangan pengobatan, “darah sudah bisa dihentikan, tapi keadaannya masih kritis, belum bisa dipastikan”. Bindusara seperti kehilangan nyawanya sendiri mendengar kondisi Sushima. Charumitra kembali bicara sambil menangis, “Yang Mulia, berjanjilah padaku, kau tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada putraku”. Bindusara menenangkan istri tuanya itu, “sebaiknya kau tenang Charumitra, Sushima pasti bisa disembuhkan”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.