Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Ashoka #215 05 episode

Ashoka, dengan wajah penuh kesedihan, perlahan mengatupkan kedua tangannya di depan dada, menatap Bindusara yang masih menunjukkan wajah bengis dengan mata berkaca, “ma’afkanlah aku ayah. Ma’afkan aku”. Bindusara masih tetap dengan wajah marahnya.

Calata langsung bersuara sebelum Bindusara terpengaruh oleh permintaan ma’af Ashoka, “kesalahan yang telah kau lakukan tidak bisa dima’afkan pangeran Ashoka! Orang yang telah berani menyerang Yang Mulia, akan mendapatkan hukuman seberat-beratnya”. Ahankara menatap ke arah Calata dengan cemas, kemudian mengalihkan tatapannya ke arah Bindusara yang masih dengan wajah bengis menatap Ashoka.

Calata memberi perintah, “cepat tangkap pangeran Ashoka!”. Dua prajurit langsung bergerak ke sisi kiri dan kanan Ashoka. Dharma panik, “tidak, tidak!”. Ashoka menatap mata Bindusara saat ditarik dengan paksa oleh dua prajurit, dan dibawa keluar ruangan. Dharma membuat sikap memohon pada Bindusara, “jangan kau lakukan itu Yang Mulia. Yang Mulia tolong, hentikan mereka, hentikan Ashoka. Kenapa kau diam saja Yang Mulia, dia mau dibawa, hentikan mereka”, dengan tangisan seorang ibu yang tak berdaya.

Helena menatap ke arah pintu, dimana Ashoka dibawa keluar dan lengannya dipegang kiri dan kanan oleh prajurit serta dikawal seperti seorang penjahat. Dharma berlari mengejar ke arah pintu, “Ashoka! Ashoka! Putraku!”, dengan tangan tergapai.

Ashoka dibawa ke arah penjara, selain dikawal beberapa prajurit, juga diikuti oleh Calata yang sangat bersemangat memberikan Ashoka hukuman seberat-beratnya. Di kejauahan, di ketinggian bukit berbatu, sosok singa Chandragupta Maurya menatap dari kejauhan apa yang terjadi dengan cucu kesayangannya itu, yang sudah dipilihnya sebagai penerusnya. Ashoka masih terus di bawa ke penjara.

Di TKP, Bindusara berdiri dengan wajah kaku, kemudian berubah mendung, dimatanya terbayang saat ia, Dharma berkumpul pertama kali sebagai keluarga secara resmi di aula pertemuan, Ashoka memeluknya erat. Ia merangkul dua orang yang paling disayangnya itu dengan hangat. Bayangan di mata Bindusara berganti dengan kejadian penyelamatan di rumah lak. Ashoka menuntunnya keluar, sementara yang berhasil diselamatkan sudah berdiri di luar. Geraham Bindusara semakin mengatup rapat, ia terbayang saat acara perayaan ulang tahun Krisna, Ashoka dengan tulus membantu Siyamak dalam acara memecahkan kendi para permaisuri. Ashoka berhasil membuat semua orang senang, termasuk Sushima.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.