Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Ashoka #214 18 episode

Di kamar Ahankara, Calata berusaha menyudutkan Ashoka di depan Bindusara, “senjata ada ditangan pangeran Ashoka Yang Mulia, dan ada darah pangeran Sushima di senjata itu”. Ashoka hanya mendengar dengan wajah kuyu. Ahankara berdiri mengerucut. Helena memperhatikan Ashoka dengan wajah berfikir.

Bindusara yang terus menetap Ahankara, bersuara, “belum tentu pasti, siapapun yang memegang senjata, dialah yang menyerang Sushima”, dengan gerahan terkatup rapat menatap Ahankara yang semakin berdiri menciut. Ashoka menatap ayahnya dengan tatap berfikir. Radhagupt mendengar penjelasan Bindusara dengan serius.

Bindusara melanjutkan ucapannya, “aku mengenal putraku sendiri, darah dagingku, tidak mungkin dia menyerang kakaknya sendiri”. Ashoka menetap lega pada kepercayaan yang diberikan ayahnya. Calata menatap dengan cemas, ia harus menyelamatkan Sushima dari aduan Ashoka.

Bindusara terus bicara, “di kamar ini selain Sushima, hanya ada dua orang. Aku tau siapa, yang tega melakukannya”. Ahankara semakin ketakutan. Ashoka mengernyitkan wajahnya, ayahnya mulai membenci Ahankara. Calata menatap dengan wajah serius, begitu juga dengan Helena. Radhagut, menunggu kelanjutan ucapan Bindusara dengan wajah tegang.

Bindusara bicara dengan wajah geram, “seharusnya aku tau bahwa ular tetaplah ular. Meski aku mengasuhnya, melindunginya, menjaganya, tapi akhirnya! Dia akan mematuk juga”, sambil menunjuk Ahankara dengan marah. Ahankara menangis menatap Bindusara. Calata mengernyitkan wajah tak mengerti, Helena memperhatikan situasi yang ada dengan wajah berfikir.

Bindusara terus mengungkapkan kekecewaannya pada Ahankara, “memang sebelumnya, aku tidak percaya, tapi sekarang, semuanya jelas. Yang memiliki darah pengkhianat, selamanya akan menjadi pengkhianat! Andai saja aku percaya pada Sushima sebelumnya, menuruti ucapannya dan menghukummu seperti yang diinginkan Sushima! Hal ini tidak akan terjadi”. Ahankara menggelengkan kepalanya menatap Bindusara, posisinya tidak memungkinkan untuk menjelaskan semuanya.

Bindusara masih mengungkapkan rasa kecewanya, tanpa mencari tau apa yang melatar belakangi Ahankara berbuat begitu, “aku tidak menyangka kau menunggu kesempatan balas dendam. Semuanya menghormatimu! Kau dianggap keluarga sendiri! Putraku mau menerimamu, melupakan masalalu dan mencintaimu apa adanya. Dia sangat percaya padamu! Melebihi dirinya sendiri! Tapi, ternyata kau berusaha untuk merenggut nyawanya. Kalau pengkhianat tetap pengkhianat!”, sambil mencabut pedang kembali.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.