Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Ashoka #214 14 episode

Calata langsung memanfaatkan situasi dengan berkata, “Yang Mulia, inilah Agradot! Yang sejak dulu melawan pangeran Sushima! Dan hari ini prajurit kami telah melihat dia menyerang pangeran Sushima. Dialah yang telah menyerang pangeran Sushima, untuk menghabisinya!”. Agradot hanya melirik Calata tanpa tatapan melawan atau pun senang, tatapannya hanya tatap tenang, tatap orang yang membela mereka yang tertindas.

Bindusara menatap Agradot dengan geram. Ahankara semakin ciut. Helena memperhatikan dengan wajah penasaran. Radhagupt menunjukkan kecemasan. Yang Mulia Bindusara mencabut pedangnya, mengayunkan ke arah simpul kain pengikat. Agradot tak melawan. Helena memperhatikan, Ahankara berdiri dengan cemas.

Ujung pedang Bindusara mencoel kain penutup wajah Agradot. Wajah Yang Mulia langsung mengernyit begitu melihat wajah siapa yang ada dibalik kain penyamaran itu. Helena juga menunjukkan wajah terkejut, begitu juga dengan Calata. Radhagupt menahan nafas dalam. Ashoka menatap ayahnya dengan tatap bahwa ia punya alasan untuk semuanya.

Bindusara terdiam menatap Ashoka, sama sekali diluar perkiraannya setelah begitu banyak masukan tidak baik mengenai sosok Agradot. Calata ikut menunjukkan wajah terkejut sambil terus berfikir. Ashoka yang dalam pakaian Agradot hanya bisa menundukkan pandangan di depan tatapan Yang Mulia Bindusara. Sementara itu, Ahankara hanya bisa berdiri menciut beberapa langkah di belakang Ashoka.

Calata bersuara, “pangeran Ashoka? Kau, Agradot?”. Ahankara terkejut, ia membathin, “Ashoka?”, wajahnya semakin cemas. Semantara Bindusara terbayang semua laporan tentang Agradot. Laporan Calata sebelumnya “dia sudah menutupi wajahnya, karena itulah dia tidak bisa dikenali oleh siapapun”. Pendapat Sushima di ruang sidang yang merespon Ashoka “kau bicara dengan penuh keyakinan. Orang yang bicara seperti itu adalah orang yang bicara tentang dirinya sendiri”.

Wajah Yang Mulia Bindusara semakin mengernyit, akhirnya ia bersuara, “semua ini tidak benar. Aku tidak percaya hal ini”. Ashoka menatap ayahnya dengan tatap seperti pesakitan. Ibu suri Helena ikut berpendapat, “ini mana mungkin, kenapa Ashoka perlu menjadi Agradot. Kenapa dia akan melakukan itu?!”. Calata menunjukkan wajah tak mengerti. Mata Ahankara semakin berkaca begitu tau bahwa punggung di depannya adalah milik Ashoka.

Ashoka #214 16 episode

Bindusara bertanya, “kenapa Ashoka? Kenapa?!”. Ashoka mulai menjelaskan, “ayah, aku, ingin memberitau kebenaran Agradot. Aku ingin memberitau apa saja yang terjadi ketika ayah pergi dari sini, kak Sushima, dia,,”. Calata langsung mengambil tindakan penyelamatan nama Sushima, “hentikan pangeran. Apa yang kau lakukan sebagai Agradot saat ini bukanlah rahasia lagi, karena itulah tidak ada pembelaan diri yang pantas untuknya. Saat ini kedokmu telah terbongkar pangeran Ashoka!”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.