Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Sementara di luar kamar, Calata, ibu suri Helena dan juga Radhagupt, bergegas ke tempat keributan terjadi. Bindusara kembali memberi perintah, “hancurkan!”, sambil menunjuk pintu.

Sementara itu, Agradot menenangkan Sushima, “tidak ada sesuatu yang akan terjadi padamu selama aku disini”.

Di luar, semua menatap pintu yang masih tertutup dengan cemas. Charumitra kembali berteriak, “Sushima!”.

Ashoka #214 11 episode

Di dalam kamar, Ahankara kembali menangis dalam ketakutan, “kalau Yang Mulia tau aku melakukan ini. Aku pasti akan dihukum mati!Atau, bisa juga aku langsung dihabisi seperti ibuku dulu. Aku pasti akan mati”, terbayang saat ibunya menemui ajal dalam tebasan pedang Bindusara, “ayo Agradot, selamatkan aku”. Agradot yang sedang menekan luka Sushima, mengangkat tangannya, menenangkan Ahankara, “kau jangan khawatir. Bila kau menceritakan semuanya pada Yang Mulia, dia akan percaya kalau kau tidak bersalah. Dia tidak akan menghukummu!”.

Agradot mencabut pisau yang menancap di perut Sushima, bersamaan dengan itu, pintu kamar berhasil terbuka. Bindusara dan orang-orang yang sudah berkumpul bergegas masuk. Semua terkejut melihat Sushima yang tergeletak bersimbah darah, sementara Ahankara berdiri tak jauh dari situ. Begitu juga dengan Agradot yang masih memegang pisau yang tadi ia cabut dari perut Sushima.

Charumitra berlari mendekat, sambil memanggil nama anak kesayangannya, “Sushima! Sushima!”. Calata juga ikut bergegas, “pangeran, apa yang terjadi!”. Charumitra terus memanggil nama Sushima sambil mengguncang bahunya. Calata meninggikan kepala Sushima dengan memegangnya, “prajurit, cepat! Bawa pangeran menemui tabib!”. Charumitra juga berteriak cemas, “cepat bawa dia!”.

Ahankara memperhatikan semuanya dengan cemas. Ibu suri Helena menunjukkan ekspresi terkejut. Radhagupt sangat kaget. Prajurit mengangkat tubuh Sushima di ikuti permaisuri Charumitra.

Yang Mulia Bindusara menatap tajam Agradot. Agradot yang tak lain Ashoka, menundukkan pandangannya. Di belakang Agradot, Ahankara berdiri menahan tangis dan cemas. Calata melotot marah memperhatikan Agradot. Ibu suri Helena juga melirik ingin tau. Radhagupt menatap cemas.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.