Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Sushima masih berdiri dengan terhuyung, Agradot ingin menyudahi perlawan sang pangeran, ia memberikan tendangan kakinya hingga tubuh Sushima terbentur ke dinding. Tubuh Sushima merosot tak berdaya melawan ke kuatan Agradot yang sudah muak dengan semua kelakuan kejam dan kebohongan yang dilakukan Sushima. Sementara Bindusara dan rombongan yang mengikutinya masih bergegas menuju TKP.
Tubuh Sushima roboh ke lantai.

Rombongan Bindusara dan prajurit sudah sampai di depan kamar, “buka pintunya!”. Ahankara yang berdiri di pinggir tempat tidur, begitu mendengar suara Bindusara, bergegas menghampiri penolongnya, “Agradot, kita harus segera keluar dari sini. Kalau tidak, kita semua akan mati”.

Di luar kamar, Bindusara berteriak marah, “buka pintunya!”. Charumitra juga berteriak, “Sushima! Buka pintunya!”. Ahankara semakin ketakutan, “Agradot, ayo”, sambil menarik tangan Agradot. Agradot menahan tarikan Ahankara, “tidak! Aku tidak akan kemana-mana, kau juga tidak perlu kemana-mana. Hari ini kita ceritakan semuanya kepada Yang Mulia”.

Ashoka #214 07 episode

Ahankara coba memberi pengertian pada Agradot yang sudah menolongnya, “Agradot, tidak ada yang mau mendengarmu disini! Disini, kau tau, aku dan adikku yang akan disalahkan. Disini tidak ada keadilan Agradot. Karena itu, jangan lakukan kesalahan. Ayo pergi dari sini, ayo cepat!”. Agradot tetap berdiri kokoh.

Sementara itu, Sushima sudah siuman dari pingsannya, ia mulai bangkit, menatap punggung Agradot yang sedang berdiri membelakanginya. Ahankara yang tadinya mengajak Agradot pergi dari tempat itu, memperhatikan apa yang akan dilakukan Sushima. Sushima yang tangannya sudah memegang pisau, mau menyerang Agradot dari belakang. Melihat hal itu, Ahankara menarik tangan Agradot, mendorongnya menjauh, “Agradot!”, kemudian dengan cepat meraih pisau buah yang ada di meja kecil di dekat situ. Saat Sushima mengayunkan pisau ke arah punggung Agradot, pisau buah ditangan Ahankara mengenai perut Sushima.

Niat Sushima untuk menghabisi Agradot si penolong Ahankara dan rakyat, jadi terhenti. Agradot menoleh ke belakang, terkejut. Sushima menatap Ahankara sambil terhuyung ke belakang. Ahankara yang melakukan semuanya dengan refleks, terpana.

Sushima memegang perutnya yang masih tertancap pisau buah, jatuh berlutut kemudian tergolek. Ahankara menangis cemas, Agradot terkejut. Ia sendiri melawan Sushima hanya bermaksud memberi pelajaran, tidak untuk melukai yang parah. Sushima mengerang menahan sakit.

Di luar kamar, Bindusara memberi perintah, “dobrak pintunya!”.

Di dalam kamar, Ahankara mulai menyadari apa yang terjadi. Agradot sendiri sempat terhuyung melihat kejadian yang begitu cepat. Ia jongkok di samping Sushima.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.