Vas yang dijatuhkan Sushima pecah berserakan, seorang prajurit yang sedang berjaga di lantai bawah mendongak ke arah jendela di mana vas itu jatuh. Di jendela, ia melihat Sushima yang sedang di tarik Agradot yang berteriak marah, “kau tidak akan bisa lolos!”.

Ashoka #214 06 episode

Sementara itu, di kamarnya, Yang Mulia Bindusara mulai mengajak Charumitra yang tak juga beranjak dari sebelahnya bicara, “permaisuri Charumitra, kenapa kau kesini, apa ada hal yang penting?”. Charumitra tentu saja memanfaatkan situasi tersebut dengan baik, wajahnya dibuat semenyentuh mungkin, “Yang Mulia, aku ingin minta ma’af atas perbuatan Sushima. Aku tau, Sushima telah mengecewakanmu, tapi apapun yang terjadi, selagi kau tidak disini. Aku hanya bisa mengatakan, apa yang dilakukan oleh Sushima memang sudah kelewat batas. Tapi aku yakin tujuan Sushima tidak pernah buruk ataupun kejam. Dia selalu mengutamakan kebaikan, karena itulah, dia melawan Agradot dan temannya, karena Agradot telah menjadi pelindung rakyat selalu berusaha untuk menghasut rakyat dan mencoba untuk melawan Sushima. Dia berhasil melakukan hal itu. Jangankan hanya rakyat, adiknya saja, Ashoka, dia pun berani melawan kakaknya. Tapi kini, kini Agradot mulai memperlihatkan sifatnya yang asli. Kini rakyat mulai mengerti, kalau ternyata Agradot bukan sahabat, melainkan dia adalah musuh mereka”. Bindusara menunjukkan wajah berfikir serius.

Permaisuri terus bicara, memasukkan pemikiran versinya ke Bindusara, “kalau saja, semua mendengarkan Sushima, tidak akan ada keributan di Pataliputra seperti ini. Dalam usia muda, memiliki pemandangan jauh dan mempertimbangkannya dengan matang, bukanlah hal yang biasa. Sushima telah membuktikan padamu, dia mampu mengatasi segalanya”.

Bindusara belum memberikan respon pada pemikiran Charumitra yang membela Sushima, saat prajurit yang tadi melihat vas jatuh dari jendela kamar masuk dan membungkuk hormat, “Yang Mulia, Agradot telah menyerang istana. *Bindusara dan Charumitra melotot terkejut* Aku sendiri yang melihat bahwa dia akan melempar pangeran Sushima dari jendela!”. Bindusara dan Charumitra spontan berdiri mendengar laporan tersebut. Bindusara bergegas keluar kamar dengan wajah marah, diikuti Charumitra dan prajurit.

Di sisi lain, pertarungan masih berlanjut. Agradot menarik Sushima dari arah jendel dan mendorongnya ke lantai. Saat Sushima mau bangkit, tendangan kaki Agradot sudah mendarat, begitu juga dengan pukulan tangan Agradot. Sushima tersungkur. Ahankara memperhatikan dengan wajah cemas.

Di lorong, Bindusara yang marah, diikuti Charumitra dan sepasukan prajurit menuju ke arah kamar dimana Agradot dilaporkan sedang menyerang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :