Ashoka #214 23 episode

Ashoka juga menurunkan tangannya yang masih memegang pisau dengan tatap tertunduk, ia tak mau menatap mata ayahnya, wajahnya sedih. Tapi, lamat, Ashoka menatap Bindusara. Tatapnya bicara banyak, jika ayahnya sudah salah dalam membuat keputusan, terlalu terburu-buru. Semua yang hadir berdiri terdiam memperhatikan ayah dan anak yang dulunya sangat dekat, sekarang saling bertatapan dalam situasi bermasalah. Mereka semua tau bahwa biang keroknya adalah sikap Sushima. Hanya Bindusara saja yang mata dan kupingnya seperti tertutup.

Kisah serial Ashoka episode selanjutnya, Dharma berlari menuju kamar terjadinya persitegangan antara Ashoka dan Sushima sebelumnya. Kemunculan Dharma bersamaan dengan Bindusara menampar pipi Ashoka. Dharma mau merangkul Ashok. Bindusara mengibaskan tangannya hingga Dharma terjatuh. Melihat ibunya tersakiti, Ashoka kembali mengangkat tangannya yang masih memegang senjata, kali ini bukan untuk menahan pedang Bindusara, tapi mengarahkannya ke leher Bindusara sambil berteriak, “Ibu! Ayah!”. Bindusara terpana, yang lain terpana. Calata menyembunyikan wajah senangnya, Ashoka sudah berbuat kesalahan fatal menodongkan senjata pada penguasa. Helena juga menahan senyum, ia senang melihat Bindusara menerima hal itu dari anak yang paling disayangnya. Hanya Calata yang semakin merasa sulit untuk mengambil tindakan dalam menyelamatkan Ashoka dan permaisuri Dharma dari cengkraman orang-orang pemburu singgasana Magadh.