Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Ashoka #214 22 episode

Bindusara mengayunkan pedangnya dengan geram ke arah Ahankara. Ashoka yang sudah mendengar ayahnya tidak mencari tau dulu apa yang sebenarnya terjadi, tapi langsung menyalahkan, menangkis pedang Bindusara dengan pisau buah yang masih berlumuran darah Sushima, yang masih dipegangnya, “tidak ayah!”.

Ashoka menatap tajam mata ayahnya yang ternyata sangat mudah terpengaruh oleh hasutan orang lain saat ini. Calata jadi menyaksikan dengan wajah cemas, Ashoka ternyata tak takut apapun. Radhagupt masih memperhatikan situasi yang ada tanpa berbicara. Helena meringis melihat keberanian Ashoka, tatapannya seperti ada harap akankah ini akhir dari Bindusara atau Ashoka.

Di ruangannya, permaisuri Dharma yang terbaring, membuka matanya, ia terduduk dengan wajah tak mengerti, “kenapa aku ada disini?”. Wajahnya cemas, firasatnya mulai bekerja, karena Charumitra yang mengendalikan ilmu hitam untuknya, sedang sibuk juga meratapi anaknya yang sedang terluka, Dharma gundah, “Ashoka”, dengan dada turun naik.

Ashoka masih menahan pedang Yang Mulia Bindusara, yang ditujukan untuk Ahankara. Ayah dan anak yang biasanya saling mengerti itu saling bertatapan. Calata memperhatikan dengan mata melotot cemas. Ahankara memperhatikan sikap Ashoka yang tak pernah memikirkan diri sendiri demi menyelamatkan mereka yang teraniaya.

Ashoka bicara dengan penuh keyakinan pada Yang Mulia Bindusara, “putri Ahankara tidak bersalah dalam hal ini. Yang sudah menyerang kak Sushima! Adalah aku!”. Bindusara terkejut dengan pengakuan Ashoka sebagai penyerang Sushima. Ia tidak tau kalau Ashoka melakukan hal itu demi menyelamatkan Ahankara dan Bindusara sendiri dari rasa sesal nantinya, yang saat ini memberikan hukuman pedang tanpa memberi kesempatan pada tertuduh.

Ahankara semakin tak percaya menatap punggung Ashoka, sekali lagi ia di selamatkan oleh sahabatnya itu. Bola mata Calata membesar mendengar pengakuan Ashoka yang akan berdampak baik untuk posisi Sushima. Helena menunjukkan wajah setengah kecewa. Radhagupt menatap terkejut dan juga setengah lemas dengan pilihan sikap yang diambil Ashoka. Bindusara menurunkan pedangnya, ia menatap Ashoka.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Satu respons untuk “Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.