Tak Cukup Kata Indah Untuk Berterima Kasih Pada Seorang Ibu di Hari Istimewanya


Besok dalah tanggal 22 Desember yang akan diperingati sebagai Hari Ibu. Satu hari yang diharapkan bisa jadi hari istimewa bagi seorang wanita yang sudah hamil, melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang.

Tak bisa dipungkiri juga, saat ini, ada juga wanita yang kadang seperti sudah melupakan nuraninya sebagai ibu, hanya karena tak kuat menahan beban hidup. Mereka rela menelantarkan dan tak mempedulikan anak yang sudah dengan susah payah ia bawa-bawa sebelumnya selama sembilan bulan sepuluh hari. Kisah wanita seperti itu hanya segelintir dari sekian banyak ibu sebagai penerus generasi kehidupan.

Kata Ucapan Indah Untuk Ibu

Umumnya, seorang ibu akan rela melakukan apa saja demi membuat kita buah hatinya tersenyum bahagia. Seorang ibu bisa tak mempedulikan dirinya sendiri demi memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Jika buah hatinya sakit, kalau bisa memilih, ia ingin penyakit sang anak biar dia saja yang merasakan.

Tapi,, ada kalanya, hidup itu tak melulu adil, kadang seorang ibu yang sudah berkorban banyak, tak melulu mendapatkan seorang anak yang tau berterima kasih.

Terkadang, setelah si anak sukses, dia merasa malu memiliki ibu seorang wanita sederhana. Ia melupakan sang ibu sebagai makhluk yang perlu diperhatikan dan dihormati sosoknya. Si anak sudah merasa cukup dengan mengirimkan beberap rupiah setiap bulan pada sang ibu sebagai ucapan terima kasih karena sudah membesarkannya.

Atau,,, sang anak akan mengirimkan wanita renta yang dipanggilnya ibu itu ke panti jompo. Karena, ia merasa tak punya cukup waktu untuk direpotkan oleh rengekan wanita sepuh yang sudah kembali bertingkah seperti anak-anak. Telinganya tak cukup kuat untuk mendengar cerita yang sama terus-terusan diulang. Ia lupa jika dulu ibunya dengan sabar mendengarkan semua celotehan yang keluar dari mulut mungilnya.

Kita, sebagai anak, lupa, seorang ibu tak mengharapkan apapun dari anaknya, baginya, selagi tenaganya masih kuat, ia masih bisa bekerja, ia tak pernah mengharapkan rupiah dari anaknya. Ia cukup senang anaknya hidup berkecukupan. Ia tak meminta imbalan apapun. Bahkan doa-doa sang ibu selalu ia panjatkan ke Rabnya, terkirim buat si anak, agar sang anak kelak bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari dirinya, dan anaknya itu akan selalu dihormati dan disayangi oleh keturunannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s