Damini mengakui pada Meethi bahwa ia sempat takut, bahwa kata Uttaran itu akan bergema juga pada putri-putri Meethi. Ia takut Maiyya akan mengulang hal yang sama yang dilakukan Nani. Ia berfikir sepanjang malam, ia bisa melihat seluruh hal dalam cahaya yang berbeda.

Sinar matahari bukanlah Uttaran malam. Bulan membuat malam indah. Kita tidak pernah mendengar bulan mengeluh bahwa ia hidup dari Uttaran Matahari. Angin, bumi, gunung, laut, mereka semua memberi kita sesuatu. Tapi, apakah mereka pernah mengeluh bahwa kita hidupa di Uttaran mereka? Mengapa kita manusia berfikir seperti itu makna dari Uttaran. Apa yang harus benar-benar kita berikan pada orang lain. Kita datang dan meninggalkan dunia ini dengan tangan kosong.

Damini terus menyimpulkan hidup yang sudah dijalaninya, dalam perjalan kehidupan ini, jika kita memberikan sesuatu pada seseorang dengan cinta, apakah kita akan menyebutkannya Uttaran? Perjalanan hidup kami adalah pengalaman dan ajaran. Setelah sekian lama, kami akhirnya mengerti apa arti Uttaran yang sesungguhnya.

Kisah Uttaran berakhir di generasi baru Meethi, alias cucu Damini. Generasi keempat. Damini-Nani, Ichcha-Tapasya, Meethi-Mukta dan berakhir di Rani-Tamanna.

Nah, kawans pencinta Uttaran, betapa kompleks kisah yang diceritakan dalam serial Uttaran ini. Betapa banyak kerumitan dan ke kisruhan hidup yang dialami para tokohnya. Betapa rumit memutus mata rantai makna Uttaran yang salah, tentang berbagi barang bekas, lungsuran, kepada orang lain dari mereka yang tak memerlukannya.

Padahal, ternyata, Uttaran itu, adalah berbagi dengan ikhlas, tak peduli barang apapun itu. Sinopsis umum Uttaran diatas hanyalah secuil saja, belum lengkap, jadi, kau harus tetap mengikuti episode per episodenya dari persahabatan dua gadis dari empat generasi ini.

***Referensi tulisan dan foto, Colors TV/Uttaran.