[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Tayyar melanjutkan ceramahnya pada Metin, “dulu orang-orang tidak mendengarkan hatinya, tapi senang menggunakan akalnya. Coba pikirkan dimana dia”. Metin merespon, “kalau aku tidak tau, apa paman akan menghabisiku”. Tayyar menjawab dingin, “ya, aku akan melakukan itu, jangan khawatir. Tapi kalau kau mau, aku bisa berikan jawabannya. Sekarang karena hatimu terdiam, barulah kau berpikir Metin, karena hatimu ada dalam genggamanku”. Metin melihat keatas, matanya bergerak.

Tayyar mendekatkan wajahnya ke wajah Metin, “dia tinggal denganku sekarang”. Metin menatap Tayyar. Tayyar terus bicara, “kau tidak taukan kalau dia sekarang tinggal denganku dan juga dengan Mert”. Metin terdiam menatap Tayyar, mulutnya agak sedikit terbuka, tapi dia tidak bereaksi lebih dari itu. Tayyar membalikkan badan, mengambil minum, kemudian mengingatkan Metin, “sampai aku mengatakannya, jangan berikan gambar-gambar itu kepada Elif, dia mungkin akan gemetar dulu menerima kenyataannya hari ini. Biarkan dia bersedih dulu beberapa hari, lalu, biarkan dia datang kepadamu sendiri”, sambil menyodorkan air putih yang dituangnya ke Metin.

Metin menerimanya, menutupnya dengan tangan kanannya yang tak sakit, menekannya, menunduk, berkata, “sudah selesai?”. Tayyar mendelik, “belum! Aku menyewakan rumah baru untukmu Metin, barang-barangmu akan dipindahkan besok. Sampai rumahnya siap, kau akan tinggal di hotel, dan ingat, jangan beritaukan lagi pacarmu di mana rumahmu. Kau mengerti!”. Metin mengangguk dengan mata terus menatap Tayyar.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 25 episode

Di rumahnya, Bahar masuk sambil memanggil, “Levent!”, kemudian menaroh berkas yang dibawanya. Bahar memperhatikan koper yang sudah siap, kemudian Levent nongol dari ruang dalam sambil menenteng tas tangan. Bahar heran, “ada apa sayang, kenapa kopernya ada disini?”. Levent menjawab dengan suara datar, “aku akan pergi Bahar”. Bahar semakin heran, “kau akan pergi kemana?”.

Levent menatap Bahar dengan tatap kecewa, “aku akan meninggalkanmu. Sudah selesai”. Bahar mengira Levent hanya ngambek biasa, “jangan konyol sayang, bicara apa kau. Ayo, bawa lagi ke dalam”. Levent melangkah ke depan Bahar, “Bahar, sepertinya kau tidak mengerti, aku ingin berpisah darimu”. Bahar baru terkejut. Levent melangkah melewati Bahar. Bahar memastikan apa yang di dengarnya, “kau serius?”. Levent menyelempangkan tas sandangnya, “ya”.

Bahar menarik tangan kekasihnya itu, “Levent, ayo kita duduk dan bicara baik-baik. Aku siap memperbaiki kesalahanku, tapi jangan pergi seperti ini”. Levent menunjukkan wajah datar, “tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, selesai. Tidak karena apa”, sambil meraih koper dan menuju pintu. Bahar mengejar ke pintu, menahan tangan Levent dan berdiri di depaannya, “Levent, aku mohon, berikan satu kesempatan lagi, aku janji akan memperbaiki kesalanku, ku mohon”.

Levent menatap wanita yang dulu sangat dicintainya itu, “Bahar, lepaskan”, melihat tangan Bahar yang menekan dadanya. Perlahan Bahar menurunkan tangannya, berdiri meminggir, memberi jalan untuk Levent ke pintu, dengan wajah pucat. Levent setelah menenangkan dirinya sendiri yang marah, membuka pintu. Bahar berbicara dengan suara menahan tangis, “kau jatuh cinta, kau jatuh cinta pada Elif, makanya kau tidak jadi mengundurkan diri. Aku bicara padamu! Ayi bicara!”. Levent yang sudah dipintu membalikkan badan, menatap Bahar, “aku tidak tau jatuh cinta pada Elif tau tidak, tapi yang pasti aku sudah tidak mencintaimu lagi. Kau lah yang bertanggung jawab Bahar. Tidak usah cari siapa yang salah”. Bahar menangis menatap Levent. Levent kembali membalikkan badan, meninggalkan apartment Bahar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.