[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Cinta Elif Kara Para Ask #24 17 episode

Di lorong rumah sakit Tayyar Dundar, Elif sedang berjalan bersisian dengan orang yang dianggapnya paman itu, ia berkata, “paman Tayyar, aku ingin membawa Nilufer pulang”. Tayyar menawar kinginan Elif itu, “kau yakin nak? Sebaiknya biar ku awasi dulu. Lihatlah, orang itu berapa kali menelfonnya, setidaknya hari ini saja ada dua puluh panggilan tidak terjawab. Orang ini tidak akan melepaskan adikmu begitu saja”. Elif berguma dengan kesal, “lucu sekali”.

Tayyar pura-pura tidak tau siapa yang jadi pacar Nilufer, “siapa dia?”. Elif menjawab dengan menahan kesal, “dia penjahat”. Tayyar menghentikan langkahnya, “baiklah, kalau begitu, bagaimana kalau kita laporkan pada polisi, biar dia dihukum atas kejahatan yang telah dia lakukan”. Elif jadi gelagapan, dia tidak tau Tayyar sedang menguji ketaatannya dalam mengikuti aturan main yang ditetapkan Metin, ia membuat alasan, “tidak, tidak perlu paman, karena aku hanya tidak ingin kalau dia sampai menemui Nilufer, itu saja”.

Tayyar mengangguk, meyakinkan Elif, “kau jangan khawatir, selama Nilufer bersamaku, orang itu bahkan tidak akan bisa melihat ujung jari Nilufer”. Elif berfikir, saat itulah dokter yang merawat Asli lewat, ia ingin memastikan, “bukankah itu dokternya Asli? Sepertinya terapinya sudah selesai”, mau bergegas ke ruangan Asli. Tayyar menahan tangan Elif, “Elif kembali, tunggu sebentar, aku ingin mengatakan sesuatu tentang Asli”.

Elif menatap Tayyar dengan wajah cemas, “ada apa. Apa dia masih belum bisa mengendalikan dirinya?”. Tayyar menunjukkan wajah tidak begitu serius, “tidak, tidak, tidak, bukan masalah itu”. Elih makin cemas dengan kondisi Asli, “paman Tayyar katakan padaku ada apa”. Tayyar memberitau Elif, “Asli, dia tidak ingat kalau ibunya sudah tiada”. Elif tak mengerti ucapan Tayyar, “bagaimana maksudmu, Asli hilang ingatan?”. Tayyar mengangkat bahunya, “yaa, bisa dibilang begitu, tapi hanya sebagian, ingatannya selama di rumah sakit ini menjadi hilang”.

Elif sangat terpukul mendengar kondisi Asli, cobaan lagi, ia memegang kepalanya, menutup mulutnya, kemudian duduk di bangku yang ada di dekat situ, “ya Tuhan”. Tayyar duduk di sebelah Elif, “kematian adalah trauma yang paling berat bagi manusia, dan nampaknya Asli dia tidak mau ingat tentang hal itu”. Elif yang sempat shok, membulatkan tekad, “tidak, biar aku saja yang menjelaskannya”.

Tayyar coba menahan keinginan Elif dengan menepuk pundaknya, “hah, anakku sayang, anakku sayang, apapun yang kau katakan sia-sia saja. Aku tidak bisa membuatmu khawatir, aku tidak tau harus bagaimana melakukannya, mungkin berita ini sangatlah berat, aku tidak tega padamu Elif, biar aku saja yang bicara pada Asli”.

Elif menatap Tayyar, kemudian menggeleng, “tidak, tidak. Akulah yang harus menjelaskannya pada Asli. Apabila kita mendengar kabar buruk, bahkan dari orang yang kita cintai, tetaplah kita merasa bersedih. Aku harus mengatakan tentang ibu pada Asli”. Tayyar tak bisa memaksa Elif karena tak ingin membuat Elif curiga, “kalau begitu, baiklah”, sambil mengusap pundak kanan Elif, seperti memberi kekuatan. Elif tanpa curiga dengan niat jahat Tayyar pada keluarganya, mengusap lutut Tayyar sebagai ganti ucapan terima kasih, kemudian berdiri menuju ruangan Elif sambil menarik nafas untuk menenangkan diri. Tayyar yang tetap duduk, memperhatikan ELif, kemudian wajahnya berfikir, satu rencananya tidak sesuai dengan rencananya untuk menjadikan Asli sandra dengan alasan kondisi kejiawaan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.