[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Verhat tertawa. Nyonya Elvan mengganti topik pembicaraan dari rasa sakit khitan, “sudah lah, lebih baik kita ke rumah Can, kita lihat apakah ada yang kurang, ayolah”. Omer memanggil Can yang masih berdiri diam, agar mendekat ke sebelahnya “ayo, ayo sinilah jagoan”, sambil memberitau Verhat, “aku telfon Pelin dan Arda juga supaya mereka datang”. Verhat mengiyakan. Omer berdiri, “ayo, sini, sini”, melangkah keluar dengan merangkul Can dan Hasan. Nyonya Elvan mengingatkan Verhat, “kami juga akan datang”. Verhat mengikuti Omer dari belakang.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 14 episode

Di rumah keluarga Tayyar, di area kolam renang, Nilufer melangkah mendekat ke suang dimana sudah menunggu Mert dan menyapanya, “selamat pagi putri tidur”. Nilufer membalas ucapan Mert, “selamat pagi”. Mert mempromosikan apa yang sudah dipersiapkannya di meja untuk sarapan, “agak terlalu matang, tapi tidak hangus juga, pancakenya sudah siap, silahkan”. Nilufer duduk di kursi yang di tunjuk Mert.

Mert menuangkan minum ke gelas untuk Nilufer, “minumnyaa, oranye jus”, sambil tersenyum menatap Nilufer, “semuanya sarapan ala Amerika. Telur, susu, sarapannya sudah siap”, sambil duduk di bangku di depan Nilufer, “selamat makan”. Nilufer memotong makan di piringnya dan mencobanya, “kau yang menyiapkannya”. Mert mengangguk, “hmm, ya”. Nilufer juga mengangguk-angguk, “terima kasih, tapi aku sedang tidak nafsu makan”, sambil meraih gelas orange jus. Mert membujuk, “oo, jangan kau pikirkan Elif, nanti kalian juga baikan”.

Nilufer mengungkapkan rasa kesalnya pada Elif yang sudah mengirimnya ke rumah Tayyar Dundar karena kepergok masih pacaran sama Metin, “bagaimana aku tidak memikirkannya, lihatlah aku, sendirian begini. Tidak ada lagi orang yang bisa ku ajak bicara dan berbagi sekarang”. Mert jadi sedih melihat Nilufer yang terlihat putus asa, “jangan bicara begitu, kan ada aku, kau tidak sendirian”. Nilufer mengangguk, “memang hanya ada kau sekarang, dan tidak ada yang bisa ku percaya selain dirimu”. Mert tau posisinya di hati Nilufer hanya sebatas itu, “sepertinya, kita akan teman ya”. Nilufer mengangguk.

Mert menundukkan wajahnya yang sedih sambil menyuap sarapannya, ia mencintai Nilufer hanya bertepuk sebelah tangan. Nilufer ingin memanfaatkan kebaikan Mert padanya, “aku bisa minta tolong padamu Mert?”. Mert menunjukkan wajah siap membantu, “minta tolong apa”. Nilufer memberi tau apa yang ia mau, “aku ingin ambilkan telfonku, tapi jangan sampai paman Tayyar tau, kau mengerti kan maksudku. Aku mohon”.

Mert menatap Nilufer, ia tau, Nilufer memerlukan telfon itu untuk tetap bisa menghubungi kekasihnya, “kau akan menghubungi orang itu kan, kau akan menghubungi pacarmu kan, katakan”. Nilufer merasa tidak ada yang salah, dia tidak memahami rasa sakit yang dirasakan hati Mert, “kenapa memangnya”. Mert menahan rasa terabaikan, ia bangkit, “tidak ada telfon, lupakan itu”. Nilufer mengejar Mert, “Mert, Mert aku mohon”.

Mert marah pada Nilufer, “apa kau kira aku ini bodoh Nilu! Jangan pikir aku percaya saat kau cerita temanmu yang direkam gambarnya! Aku tau video itu ada pada dia. Orang itu hanya sampah, kau mengerti! Aku tidak mengizinkan untuk mengenalnya”, kemudian melangkah meninggalkan Nilufer. Nilufer menarik nafas dengan wajah berfikir, satu usahanya untuk bisa menghubungi Metin tidak berhasil.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.