[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Elif menunjukkan simpatinya, “ada apa paman”. Tayyar memperhatikan Elif sebentar. Elif menerima gelas minuman yang disodorkan karyawan Tayyar, “terima kasih”. Tayyar menunjukkan wajah prihatin, “ini keamanan kakakmu, dia bilang padaku kalau rekaman rumah sakit telah hilang, ada yang mencurinya”. Elif mengangkat gelas minumannya, “ya, Tuhan”.

Tayyar menambahkan ucapannya, “sekarang yang membuatku pusing adalah waktu itu aku sempat minta agar kamera di ruangan Asli dimatikan. Kau tau maksud ibumukan? Diluar ada wartawan, dia tidak mau penyakitnya Asli tersebar kemana-mana. Tapi aku tidak yakin apakah kamera itu telah benar-benar dimatikan atau belum dimatikan, hal itulah yang membuatku pusing hari ini”.

Elif ingin tau tindakan prefentif yang dilakukan Tayyar, “apa kau sudah lapor pada polisi?”. Tayyar sebenarnya agak terkejut dengan respon cepat ELif, tapi bos mafia bisa mengatasinya dengan super cepat, “tentu saja sudah, mana mungkin aku tidak melakukannya”. Elif menunjukkan wajah berfikir, kembali meraih gelas minumnya. Tayyar menyeruput kopinya sambil memperhatikan Elif yang duduk di depannya.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 12 episode

Di ruang tamu keluarga Demir, Omer sudah menemani tamu yang mencarinya dengan di dampingi ibunya juga. Verhat, teman lamanya itu menepuk pahanya, “kau sedang bertugas Omer, saat kita bicara kau masih bertugas di Van, sudah lama sekali. Wajar kau lupa”. Omer meyakinkan temannya itu, “aku tidak akan lupa Verhat. Mana mungkin aku melupakannya, hari-hari itu sangat berkesan bagi kita”. Verhat menghibur Omer, “jangan sedih kawan, aku tau hatimu, perasaanmu, tapi kita sudah melewati itu. Nanti malam, aku akan khitan anakku, semoga saja semua harapannya tercapai, InsyaAllah”. Nyonya Elvan ikut mendoakan, “InsyaAllah, InsyaAllah”. Omer juga ikut mendoakan, “InsyaAllah”.

Tiba-tiba seorang anak laki-laki yang memakai mantel bulu, bermahkota dan bertongkat, bak seorang pangeran, berlari ke ruangan itu sambil berteriak, “lepaskan!”, menuju tempaat duduk Nyonya Elvan. Hasan, putra Huseyin yang mengejarnya juga berteriak, “hei jangan lari! Aku akan melakukannya”, Omer menarik Hasan ke sebelahnya duduk dengan memegang kuat tangan Hasan yang memegang pisau. Omer langsung mengambil pisau yang dipakai Hasan untuk mencadai Can, “hei lepaskan pisaunya”, menaroh di meja. Omer melihat ke arah Verhat, “coba lihat dia”.

Can mengadukan rasa cemasnya pada ibunya Omer, “katakan sesuatu bibi Elvan”. Nyonya Elvan menenangkan, “tidak apa-apa nak, jangan takut, kau hanya diperiksa saja”. Hasan juga membela diri pada Omer, “aku tidak melakukan apa-apa paman, aku hanya memberinya selamat seperti di tv, jangan taakut, tidak sakit”. Omer hanya garuk-garuk brewoknya melihat tingkah dua bocah itu. Verhat berkata pada Hasan, “anakku yang hebat, kau sudah di khitan, jadi kau santai, haah”. Hasan meyakinkan Can, “tidak sakit, hanya diambil sedikit saja”. Omer menggoda Hasan, “yaa ampun, karena itu kami mencarimu seharian hah”. Melike tersenyum melihat Hasan yang ketahuan bohong, kalau dulu ia juga ketakutan saat di khitan.

Hasan menunjukkan wajah serius, ngelesh, “aku hanya main-main saja, makanya aku sembunyi, sama sekali tidak sakit”. Omer mengacak rambut Hasan dengan gemas, keponakannya yang satu itu selain jago makan ternyata juga jago ngelesh. Melike mengusap kepala Hasan untuk menenangkan Can, “ia, anak ibu ini sama sekali tidak takutkan”. Kemudian melihat Can yang terlihat masih agak cemas, “apa kau takut sayang? Aduh kasihan sekali, sekarang kau taakut sedikit, nanti kau akan senang sekali. Paman dokter hanya akan mengambil sedikit saja, lalu kau akan makan enak dan dapat banyak hadiah, bagaimana, kau suka?”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.