[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Omer menjawab jengkel, “siapa lagi, Levent, pria tingggi itu”. Elif menahan senyum, menjelaskan, “tapi Omer, kau sudah salah paham terhadapnya”. Omer tau apa yang akan dikatakan Elif, “ya, tapi itu bukan urusanku, ya kan”, dengan menunjukkan wajah menahan marah.

Elif mulai kesal lagi dengan sikap Omer yang membuat ubun-ubunnya ingin meledak karena diabaikan, tapi selalu cemburu dengan lelaki yang perhatian padanya, “kalau begitu jangan tanyakan hal-hal yang bukan urusanmu tuan inspektur”, sambil menatap Omer dengan kesal. Omer merespon Elif, “baiklah tuan putri, aku tidak akan tanya lagi, sudah cukup”, hup, mengunyah makanan ditangannya dengan marah, melirik Elif yang duduk dengan wajah jutek.

Di kantor polisi, Arda dan Pelin sedang ditanyain oleh komandan Ali. Huseyin duduk di pinggir meja Omer. Ali berkata, “oya, apa ada hasil dari kancing itu”. Pelin menjawab, “tidak pak, kancing itu bukan milik Taner, ada sidik jari orang lainm sepertinya itu milik narapidana sebelum Taner”. Arda memberikan pendapatnya, “saat ini sepertinya ia gantung diri, tidak ada sidik jari orang lain yang ditemukan”.

Ali menunjukkan kuasanya, “lalu, apa lagi yang kalian tunggu hah. Semuanya sudah jelas, ini bunuh diri, dia yang menghabisi dirinya sendiri, selesai”, sambil menepiskan kedua tangannya seperti orang membersihkan tangan. Huseyin ikut bersuara, “aku juga bicara begitu bos, tapi mereka tidak mendengarkan”. Ali bicara dengan nada tinggi. “kalau mereka tidak mau dengar, kenapa polisi tahanan itu memberi laporan kalau itu bunuh diri. Apa yang sedang kalian selidiki. Di mejaku sedang banyak sekali pekerjaan”. Arda merapikan dokumen, kemudian melangkah ke mejanya. Huseyin memperhatikannya.

Pelin coba menjelaskan, “pak, memang ada surat bunuh diri, tapi,,”. Huseyin langsung memotong ucapan Pelin, “Pelo! Tulisan itu memang tulisan dia, kita punya laporan kriminal ditangan kita Pelo”. Arda ikut memberikan argumentnya begitu melihat Huseyin agak ngotot, “tapi pak, dari mana kita tau kalau dia menulis dengan keinginannya sendiri, mungkin di paksa. Satu hari sebelum kematian Taner, Omer sempat menemuinya, kata Taner, kalau dia dibebaskan, dia akan memberikan nama orang dibalik semua ini. Apa orang yang ingin bunuh diri melakukan tawar menawar untuk menyelamatkan hidupnya?”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 62 episode

Huseyin dan Ali yang baru mendapatkan informasi baru soal pertemuan Omer, jadi saling pandang. Ali coba memberi kemungkinan, “urusan kematian tidak bisa kau tebak semudah itu kau mengerti, mungkin saja tiba-tiba dia merasa menyesal”. Arda coba menenangkan rasa kesalnya pada atasan yang seakan ingin menutup kasus ini. Pelin coba memberi jalan tengah, “ucapan bapak benar, tapi kami minta satu hari lagi. Kalau sampi malam ini, kami tidak bisa menemukan apa-apa, kita tutup kasusnya”. Huseyin menatap ALi, Ali juga melirik Huseyin sekilas.

Ali bangkit dari meja Pelin, “baiklah, tapi kalau nanti malam kalian belum dapat apa-apa, aku tidak mau perpanjang waktu lagi”, memasang jasnya, keluar ruangan menuju ruangannya. Pelin duduk dibangkunya. Huseyin bicara pada Arda dan Pelin, “dengar anak-anak, aku jamin, kalian tidak akan berhasil. Kalian tidak akan pernah berhasil! Ayo selidiki, ini akan menjadi perang untuk kalian. Dimana Omer hah, setelah mmeperburuk keadaan dia tidak datang rapat”.

Arda memberitau, “terakhir dia pergi memeriksa surat itu, setelah itu aku tidak tau”. Huseyin melirik Pelin yang langsung memberikan jawaban, “aku juga tidak tau”. Huseyin kesal, “ooo, kalau kalian tidak tau pasti ada yang salah dengannya”, kemudian menuju ruangannya dan menutup pintu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.