Mobil Bahar memasuki area parkir kantor, ia turun, melihat ke arah Omer yang sedang memesan makanan tak jauh dari situ, “ooo, siapa yang ku lihat ini. Inspektur Omer berkunjung ke perusahaan kami”. Omer hanya menatap Bahar tanpa ekspresi, wanita yang mengaku sahabat Elif, tapi pernah mencoba untuk menggodanya.

Elif yang awalnya berdiri di pinggir jalan dekat pintu utama kantor, melihat gelagat tak baik dari Bahar terhadap Omer, ia mendekat. Bahar yang tak menyadari keberadaan Elif tetap bicara sambil menatap Omer, “sudah lama kita tidak bertemu yaa, bagaimana kabarmu”. Omer yang melihat Elif sudah mendekat ke dekat Bahar, menambah pesanannya, “oya satu lagi, aku juga mau krim kejunya sekarang”. Bahar kesal melihat Omer mencuekinnya, ia ingin tau apa yang ditatap Omer, ia terkejut saat menyadari Elif sudah di dekatnya dan menatapnya tajam, Elif menggerakkan kepalanya agar Bahar tidak mengganggu, “mmm”. Bahar hanya bisa menelan ludah.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 59 episode

Omer sudah menerima pesanan makanannya, melewati Bahar yang sedang bersandar ke mobil merahnya dengan memangku tangan dengan maksud merendahkan sekaligus menggodanya, ia cuek, “ayo ELif”. Elif melambaikan tangan pada sahabatnya yang kesal, “Bahar, nanti aku akan menghubungimu ya”. Bahar menatap Elif dan Omer yang melangkah menjauh. Omer dengan penuh perhatian menyodorkan makanan ke Elif. Elif tetap menolak, “sudah ku bilang, aku tidak mau”. Omer langsung mengigit makanan yang di tolak Elif.

Sebuah taksi berhenti di depan kantor Elif, Levent turun, terkejut melihat ELif Omer sudah berjalan berdampingan sepagi ini, ia menahan perasaan. Omer yang memperhatikan tatap Levent yang aneh, balik menatapnya, ia berhenti. Levent menatap Elif dengan tatap penuh perasaan, baru beberapa waktu lalu ELif bilang lagi tidak baik sama Omer, sekarang sudah berjalan disebelah Omer dengan sikap sangat dikuasai Omer. Elif menatap Levent sebagai rekan kerja biasa, “selamat pagi”. Levent menjawab dengan wajah masih terpana, “selamat pagi”. ELif terus melangkah ke arah mobil Omer di parkir. Omer menatap Levent sebentar dengan tatap tidak suka sambil mengunyah makananya.

Elif dan Omer menuju ke mobil. Levent membalikkan badannya dengan wajah pucat. Omer terus memperhatikan sambil masuk ke dalam mobil. Elif juga masuk. Omer menstarter mobil. Levent masih berdiri memperhatikan mobil Omer, mobil jalan, Levent menarik nafas, menenangkan diri. Tak jauh dari situ, Bahar memperhatikan Levent yang sudah menolaknya dengan tatap sedih. Levent menyadari Bahar sedang memperhatikannya, ia kemudian melangkah gontai masuk kantor.

Bahar menelan ludah, menahan agar air matanya tak mengalir, berharap dapat berlian, malah kehilangan kekasih dan melihat bagaimana lelaki yang dulu mencintainya itu, kini memandang sahabatnya dengan tatap cinta, walau sahabatnya tak menyadarinya karena matanya sudah di tutup cinta Omer. Bahar semakin iri, ia mengira Elif selalu mendapatkan semua cinta.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 61 episode

Omer menyetir sambil mengunyah makanan, disebelahnya Elif duduk dengan wajah jutek. Omer mengungkapkan rasa cemburunya, “orang itu masih bekerja di perusahaanmu sekarang”. Elif pura-pura bego, “siapa”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :