[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Elif yang baru muncul di ruangannya, kaget melihat siapa yang sudah berdiri menunggunya, “Omer? Selamat datang”, sambil menutup pintu. Omer menatap Elif, “terima kasih banyak”. Elif melangkah ke dekat Omer. Omer menunjukkan sikap perhatian, “o selamat untuk kantor barumu, sepertinya disini lebih nyaman”. Elif masih saja menunjukkan rasa jengkelnya pada Omer yang telah mengabaikan perasaan hatinya, “kau baik sekali, terima kasih”.

Omer memperhatikan Elif yang menyambutnya dengan wajah kesal , “apa kabar”. Elif tak berdaya dengan sikap Omer yang membuatnya gundah, “baik-baik saja”. Omer tau Elif lagi tidak bersahabat, “aku datang bukan untuk membahas masalah Taner”. Elif merespon Omer, “aku baik-baik saja selama kau tidak membawa berita buruk untukku”. Omer menatap Elif, ia mulai tersinggung, “apa kau mengira aku selalu membawakan berita buruk untukmu”. Elif menghindarkan pandangannya dari Omer sambil melangkah ke belakang meja kerjanya, “memang itu sudah menjadi bagian dari tugasmu kan. Mungkin kau menyakitiku atau orang lain, apa bedanya untukmu, benarkan”, sambil menatap Omer lagi dari balik mejanya.

Omer hanya diam, kedatangannya yang mau ngasih kejutan malah disambut jutek oleh Elif. Elif baru menyadari kalau Omer berdiri dengan tangan dibelakang sambil memegang sesuatu, ia bertanya, “apa yang ada ditanganmu”. Omer melihat kaligrafi ditangannya, “ini hadiah, hadiah kecil untuk kantor barumu”, menyerahkan ke tangan Elif. Wajah Elif yang dari tadi jutek, tersenyum melihat pemberian Omer, “tapi ini bagus sekali”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 58 episode

Omer menjelaskan, “orang yang membuat kaligrafi yang menulisnya. Saat melihatnya aku ingat padamu”. ELif tersenyum, “kau tau apa yang tertulis disini?”. Omer menjawab yakin dengan sikap percaya dirinya, “tentu aku tau, jadilah seperti apa kau terlihat atau terlihat sebagaimana adanya dirimu“, dengan mata menatap tajam mata Elif. Elif menatap mata Omer tak berkedip. Omer memberi ide, “kalau ada tempat kosong di dinding pasang saja. Saat melihatnya kau akan ingat aku”. Elif tak berkutik diperlakukan Omer seperti ini, sebesar apapun rasa jengkelnya pada Omer, ia akan selalu luluh.

Omer menepukkan tangannya, “ayo ikut, kita pergi”. Elif bertanya, “kemana”. Omer menoleh ke arah Elif, “jangan banyak tanya, ayo”. Elif coba menolak, “Omer, jangan konyol, hari ini aku tidak bisa keluar, aku tidak ada waktu”. Omer membuka pintu ruangan dengan gaya nyantai, “ayo ikutlah, nanti kau akan tau”. Elif masih berusaha untuk bertahan dari ajakan yang takkan bisa ditolak hatinya, “Omer”. Omer berdiri di pintu, menoleh ke Elif, menggerakkan tangan sebagai isyarat agar Elif ikut. Elif sudah tak mampu menolak, melangkah mengambil tas, mengikuti Omer.

Saat menuju pintu luar, Elif mengomel, “aku sudah bosan dengan permainan teka tekimu itu. Sudahlah, jangan permainkan aku atau mengajakku beraksi lagi, aku mohon”. Omer berhenti, “kalau perlu kita lakukan lagi agar kau lebih baik”, sambil melangkah ke arah lain. Elif bertanya, “kemana”. Omer nyahut, “aku mau beli makanan, aku lapar, kau mau”. Elif menjawab kesal, “aku tidak mau”.

Omer memperhatikan wanita yang sedang uring-uringan padanya itu, kemudian melangkah ke penjual makanan di pinggir jalan itu, “tolong pak,  yang masih hangat, tapi jangan yang kemarin ya”. Penjual meyakinkan kalau dagangannya baru, “semuanya baru matang pagi ini”. Omer memperhatikan dagangan orang itu, “bagus kalau begitu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.