Sementara itu di rumah keluarga Denizer, Elif bangkit dari tempat tidur, jendela kaca besar di kamarnya tirainya belum tertutup, hingga kamar yang menghadap ke arah jalan di pinggir laut seperti akuarium kalau dilihat dari luar. Elif berdiri di depan jendela kaca itu, menatap keluar dengan wajah menahan kesedihan yang dalam, memejamkan matanya, menatap ke tengah laut yang penuh dengan warna warni lampu-lampu kapal dan perahu. Elif mengusap pipinya yang sempat dialiri air mata, kemudian mematikan lampu di mejanya, kembali ke arah tempat tidur.

Di bawah pohon, di seberang jalan depan rumah Elif, Omer bisa melihat kondisi Elif saat itu, ia menyandarkan tubuhnya ke pohon, merasakan kesedihan juga melihat Elif seperti itu. Omer menyebrang jalan, menuju mobilnya yang diparkir di dekat rumah Elif.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 56 episode

Dua hari setelah kematian Taner, Omer disambut seorang pria yang ia datangi ruangannya, “silahkan masuk”. Omer melangkah ke ruang orang yang akan di temuinya, yang saat itu sedang duduk dibelakang meja, Omer menyapa, “ma’af tuan, aku terlambat”. Orang itu bangkit, “tidak apa-apa selamat datang”, sambil menyalami Omer, dan membuka tangannya menuju kursi, isyarat agar Omer duduk. Pria itu bicara, “kali ini aku memang hanya duduk di meja ini, aku menulis, yaa, aku menulis”.

Omer meletakkan berkas yang dibawanya keatas meja, “aku sudah mengumpulkan tulisan Taner yang ada di rumah, apa ini cukup”. Pria itu menerimanya, “cukup, kali ini bahan-bahan yang banyak, aku harus menelitinya”, sambil memasang kaca mata baca dan memeriksa berkas yang diserahkan Omer. Pria itu bicara, “kalau aku bisa merasakan setiap baris yang dia tulis, *mata Omer melirik ke bingkai kaligrafi yang terletak di salah satu meja di dekat lelaki yang sedang menjelaskan padanya*, aku bisa mengetahui apa yang dia rasakan saat menulis surat ini”.

Omer tersenyum, “aku yakin kau bisa melakukannya tuan”. Omer kemudian menunjuk kaligrafi yang menarik perhatiannya, “apa kau yang membuat itu, bagus sekali”. Lelaki yang dimintain tolong Omer melepas kaca matanya, menoleh ke arah yang di tunjuk Omer, “aaa, aku baru membuatnya musim semi kemaren, kalau kau suka ambil saja”, sambil menyerahkan ke Omer yang ikut berdiri.

Omer jadi kurang enak hati, “kalau begitu sepertinya aku yang meminta ya”. Lelaki itu menjelaskan, “aku membuat semua ini untuk dibagikan pada orang-orang. Mereka datang kemari dan bisa menghiasi dindingnya”. Omer tersenyum menatap kaligrafi yang sudah terbingkai ditangannya itu, ia menoleh ke lelaki pembuatnya, “apa artinya”. Lelaki itu menjelaskan, wajah Omer tak hentinya berhias senyum.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 57 episode

Pagi sudah dengan kesibukannya, karyawan di kantor baru Elif sudah berdatangan. Omer sudah berdiri di dalam ruang kerja Elif sambil menatap kaligrafi di tanganya yang di dapat dari lelaki ahli membaca tulisan tangan. Omer memperhatikan ke arah luar, yang punya ruangan masih belum terlihat. Omer mendekat ke dinding kosong di ruangan itu, menempelkannya, mematutnya, saat ada suara datang ia menyembunyikan bingkai yang dipegangnya di balik punggung, berdiri dengan sikap tertunduk.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :