[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Di rumah keluarga Denizer, Elif sedang duduk di karpet bersama Bahar yang memijat lengannya. Elif memegang tangan Bahar, “aku mulai mendengar suara-suara aneh di rumah ini. Walaupun ini rumahku tapi kalau tidak ada siapa-siapa tetap rasanya menakutkan”. Bahar memberi masukan, “dengar yang ku katakan ini Elif, lebih baik kau pindah dari rumah ini. Jual saja, kau juga sedang memerlukan uang kan? Mungkin memang rumah ini yang membawa sial”.

Elif tercenung, “ayah dan ibuku masih ada di rumah ini Bahar. Ini adalah rumah kami, sampai kapanpun aku tidak mau kehilangan rumah ini. Aku akan membangun keluarga baru di rumah ini”, memejamkan mata menahan kesedihan. Bel berbunyi, Elif membuka matanya. Elif dan Bahar bangki bersamaan. Elif membuka pintu. Di depan rumah berdiri Omer dengan wajah tegang, di belakangnya berdiri Pelin dan Arda.

Elif berpegangan pada pintu, perasaannya tak enak, “Omer?”. Omer menatap Elif. Elif memperhatikan Arda yang juga dengan wajah serius, berpindah ke Pelin yang langsung menundukkan pandangan sambil menggigit bibir bawah. ELif menelan ludah, kembali menatap Omer, “ada kabar apa”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 49 episode

Omer menatap Elif, bicara dengan hati-hati, “Elif”, Omer menoleh dulu ke belakang meniup nafas menenangkan diri. Bahar yang berdiri tak jauh di belakang Elif, memperhatikan ketegangan ini juga dengan gelisah. Omer memberitau, “kita kehilangan Taner”. Elif terkejut, menutup wajahnya dengan tangan, menarik nafas, menahan tangis yang sudah tak bisa mengalirkan air mata lagi. Bahar mengernyitkan wajahnya.

Omer menoleh ke belakang dulu, membuang gelisahnya, ia tak tahan melihat Elif yang sangat terpukul, ia melangkah ke dekat Elif, merangkulnya, membiarkan Elif menangis di dadanya.

Sementara itu, di sebuah rumah sakit, Pinar masih belum siuman, si dibantu pernafasan dengan oksigen, masih menjalani perawatan intensif.

Di tempat pemakan keluarga Denizer, orang-orang sedang menimbun tanah pemakaman Taner. Setelah selesai dan yang lain pergi, Asli duduk di samping Nisan Taner, mengusapnya dengan penuh perasaan, memberika kecupan lewat tangannya dan ditempelkan ke Nisan Taner. Elif memeprhatikan dengan mata berkaca. Nilufer menangis terisyak. Asli kemudian menoleh ke samping makam Taner, ia bangkit. Elif menahan tangis melihatnya.

Asli berdiri di depan makam ibunya, menangis, terduduk, merebahkan kepalanya ke tanah makam dengan beralaskan tangan. Elif ikut jongkok, merangkul Asli, merebahkan kepalanya di pundak Asli. Nilufer mendekat, mengusap kepala Asli sambil menangis, mereka bertiga berangkulan.

Malam harinya, di rumah istri mudanya, Huseyin tengkurap di samping anaknya, mereka main kelereng. Tembakan kelereng Huseyin meleset, “yaa”. Anaknya gantian yang melempar. Istrinya datang menghampiri, “makanan siap!”, sambil menggelitik anaknya. Anaknya dan Huseyin balik menggelitik istri pirangnya hingga si istri terlentang dilantai. Huseyin dan anaknya mencium pipi istrinya, mereka tertawa bersama.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.