[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Pelin yang sepertinya kedinginan memangku tangan, berbisik pada Arda, “kenapa kita melanjutkan kasus pak Huseyin, aku tidak mengerti”. Arda angkat bahu, “mana ku tau, belakangan ini dia seperti ada masalah dengan Omer”. Pelin hanya memperhatikan Omer yang sedang di depan gerbang rumah Tayyar, menarik nafas, “haah, entahlah”.

Penjaga pintu Tayyar sudah di depan Tayayr yang sedang duduk santai di sofa yang ada di tamannya sambil minum, Tayyar memerintahkan, “suruh dia masuk”. Petugas penjaga pintu berlari kembali ke pintu, membuka kan pintu untuk Omer.

Omer masuk, menuruni anak tangga di halaman rumah Tayyar, Tayyar berdiri, membenarkan dasi yang jadi ciri khasnya, menghampiri Omer yang mendekat, “ada apa tuan Omer malam-malam begini”. Omer menyodorkan tangannya yang langsung di sambut Tayyar, “silahkan duduk”. Omer merespon dengan tatap tajamnya, “aku datang bukan untuk duduk tuan Tayyar, bisa tolong panggilkan nyonya Pinar?”.

Tayyar agak bengong sesaat, perkiraannya tentang kemunculan Omer di luar perkiraannya, wajahnya berfikir, menunjukkan sikap tenang, “kenapa begitu?”. Omer menjelaskan, “aku mau bertanya soal pembunuhan Ahmet Denizer dan Sibel Andac”. Tayyar menunjukkan wajah seakan tidak mengerti, “Taner sudah ditahan, dan kemudian kasusnya sudah di tutup. Apakah sudah ada perkembangan”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 50 episode

Omer menjelaskan, “ini masih dalam penyelidikan, tidak bisa ku katakan sekarang, bisa tolong panggilkan nyonya Pinar?”, Tayyar memberitau, “nyonya Pinar tidak ada disini”. Omer menyimpulkan sambil menatap Taner, “apa dia bilang ke rumah ibunya? Kalau bisa aku meminta alamatnya sekarang”. Taner menunjukkan wajah seakan sedih tidak bisa membantu, “nyonya Pinar sudah meninggalkan aku, kami sudah berpisah”, kemudian memalingkan wajahnya yang memerah ke arah lain.

Omer menunjukkan simpatinya, “yaa, tapi kalian berdua terlihat baik-baik saja”. Tayyar tetap menoleh ke arah lain dengan wajah sedih, “aku kira juga akan seperti itu”. Omer mengalihkan pandangannya ke arah bangunan utama rumah Tayyar. Tayyar masih bicara dengan wajah sedih, “tapi hidup itu punya banyak kejutan”.

Omer tetap dengan tujuannya mencari keberadaan Pinar, “apa ada alamatnya, atau keluarga lain yang bisa dihubungi?”. Tayyar menunjukkan wajah tak bersemangatnya, “apa kau datang hanya untuk menambah kesedihanku”. Omer tak memaksa, “baiklah, ma’afkan aku”. Tayyar tetap dengan wajah sedih tapi seakan bisa memaklumi, “tidak apa-apa. Aku tau kau memang perlu untuk mencarinya dan juga menyelidikinya. Kau benar tuan Omer”.

Omer memperhatikan Tayyar dengan tatap tajamnya, kemudian mengulurkan tangannya, “selamat malam tuan Tayyar, ma’af sudah mengganggumu”. Tayyar menjawab dengan geraham terkatup, “selamat malam, hati-hati di jalan”. Omer membalikkan badan menuju pintu gerbang rumah Tayyar. Tayyar mengikuti dengan matanya, ia tak habis mengerti dengan pergerakan adiknya Huseyin ini, mata Tayyar bergerak-gerak, ia berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.