Arda masuk, “aku menemukan suratnya Omer”. Omer membuka sarung tanga, menyerahkan ke Pelin, “Pelin, pegang ini”, mengambil surat yang ditulis Taner dari tangan Arda. Omer membaca surat terakhir Taner, “ma’afkan aku istriku, aku yang menghabisi ayahmu”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 46 episode

Narapidana yang menghabisi Taner, terbayang kejadian pembunuhan Taner sebenarnya, petugas sel mengintip ke dalam, saat itu ia sedang mengikat leher Taner di lantai dengan susah payah. Ia  langsung melepaskan saat petugas masuk, dan mengingatkanya, “suruh dia menulis surat”. Taner yang lehernya baru saja ditarik dengan tali gelagapan menghirup udara.

Tahanan suruhan Metin berteriak marah ke Taner, “ayo cepat, bangun!”. Taner sambil memegang lehernya mencoba mempengaruhi tahanan dan petugas yang bersekongkol, “dengar, siapapun yang menyuruh kalian, aku siap memberikan kalian lima kali lipat. Aku mohon, aku tidak melakukan apa-apa”. Tahanan suruhan Metin menarik baju Taner, “ayo bangun! Tulis ini, ikut aku”, mendudukkan Taner dengan paksa di bangku dan meja yang ada disitu, “tulis!”. Petugas mengingatkan Taner, “percuma saja, tidak ada yang akan mendengar teriakanmu! Sebaiknya kau tulis atau kau akan mati disini”.

Taner masih memegang lehernya dengan wajah menahan sakit. Tahanan yang di suruh jadi eksekutor melilitkan tali ke leher Taner dan menariknya, “ayo cepat, tulis!”. Taner menarik nafas dengan tersengal, meraih pulpen yang sudah tersedia diatas meja bersama kertas dan papan alas. Tahanan eksekutor tak sabar, “ayo cepat tulis”. Taner dengan tangan bergetar, menahan sesak di leher yang terikat tali, menangis, mulai menulis, “ma’afkan aku istriku, aku yang menghabisi ayahmu”. Si tahanan eksekutor menggelengkan kepalanya agar kembali ke waktu saat ini.

Huseyin memberikan komentar setelah mendengar surat yang dibacakan Omer, “ya ampun, dosa yang telah dia lakukan benar-benar memalukan, pantas saja dia merasa tidak pantas hidup”. Omer merespon dengan santai, “aku yang lanjutkan kasusnya kakak. Pelin”, menyerahkan surat ditangannya. Arda mendukung Omer, “baiklah, akan ku kabari pimpinan disini”. Pelin juga bicara, “kita akan ambil laporannya”. Omer bertanya, “kapan dapat hasil dari kancingnya”. Pelin meyakinkan, “tidak lama”, sambil memasukkan semua ke tas.

Omer melangkah ke depan tahanan yang sudah jadi eksekutor Taner, menatapnya, si tahanan mengusap-usap lehernya, mengalihkan pandangan. Omer tak bicara banyak lagi, ia mengajak dua temannya, “sebaiknya kita pergi”. Arda bicara dengan petugas di luar sel, “urusan kami sudah selesai”, sambil menepuk pundak sebagai ucapan terima kasih. Pelin juga mengangguk pada petugas itu. Huseyin yang keluar terakhir, melangkah gontai mengikuti tiga anak muda yang bersemangat lagi mengurus kasus yang sebelumnya sudah berhasil ia tutup.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 48 episode

Mobil yang dikendrai Omer berhenti di pinggir jalan di depan rumah Tayyar. Ia turun, “kau tunggu disini”. Arda keberatan, “Omer bagaimana kau akan melakukannya”. Omer memotong ucapan Arda, “sudah, jangan memaksa”. Pelin mengitari mobil mendekati Arda. Sementara Omer melangkah ke hadapan petugas penjaga pintu, “selamat malam, aku inspektur Omer Demir”, sambil memperlihatkan tanda pengenalnya, “aku ingin bicara dengan tuan Tayyar Dundar”. Petugas itu mengangguk, “baiklah”, kemudian membuka gerbang dan masuk ke dalam.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :