[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Omer mengusap wajahnya, langsung melangkah. Huseyin bertanya, “kau mau kemana Edem”. Omer memberitau, “ke tempat kejadian”. Huseyin coba menahan adiknya itu, “tidak ada tempat kejadian! Orang itu menyesali perbuatannya, bunuh diri, hanya itu kejadiannya!”. Arda memperhatikan Huseyin dan Omer yang bersitegang lagi. Omer tetap dengan pendapatnya, “kakak, ada yang berusaha menutup kasus ini, kakak jangan terperdaya oleh mereka! Meskipun kasus ini sudah ditutup, tapi untukku tidak!”, kemudian melangkah.

Pelin merapikan bangku, “tunggu Omer, kami juga ikut!”. Arda juga mengikuti langkah Omer. Huseyin kesal melihat anak buahnya tak satupun yang mendengarkan pendapatnya, “ayo sana, selamat bekerja!”. Huseyin menehan kesal, tak tau caranya lagi untuk mengalihkan perhatian Omer dari kasus ini. Huseyin tak mau ambil resiko kedoknya bakal terbuka, ia akhirnya mengikuti Omer.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 45 episode

Omer sudah sampai di sel tempat Taner dibilang gantung diri. Ia menginterogasi teman satu sel Taner, orang suruhan Metin, “kau tidak mendengar apa-apa, harusnya ada kegaduhan”. Tahanan itu menunjukkan wajah yakin, “kalau aku mendengarnya, pasti aku halangi dia”. Huseyin memperhatikan semua interogasi dan pengumpulan data yang dilakukan Omer dengan wajah suntuk. Suara tahanan yang ditanyai masih terdengar, “ma’af tapi malam itu aku mengantuk sekali”.

Pelin ikut mengajukan pertanyaan, “lalu bagaimana kau menyadarinya”. Tahanan itu menjelaskan, “saat aku bangun tidur, lalu aku melihat dia, dia sudah gantung diri disana, semoga Tuhan merahmatinya”. Omer tak percaya menatap tahanan itu, “begitu hah”. Tahanan menambahkan informasinya, “kemudian aku berteriak minta tolong, para penjaga datang, mereka menurunkan orang itu, dia tinggalkan surat diatas tempat tidurnya. Suratnya sudah diambil oleh polisi, semua sudah ku jelaskan”. Omer tetap menatap tajam, tahanan itu mengalihkan pandangannya.

Omer melihat ke arah Huseyin yang terlihat suntuk, ia membuka kedua tangannya, “kakak tidak perlu repot menemani”. Huseyin memperbaiki sikapnya agar Omer tak curiga, “tidak apa-apa, aku hanya ingin menemani kalian, supaya kalian juga tenang”. Omer memperhatikan sekeliling dengan matanya, membuka tangannya lagi, “ohya, apa sudah lihat semuanya”. Huseyin tetap dengan posisi berdirinya yang yakin Taner memang bunuh diri, “aku tidak lihat apa-apa”.

Omer tetap mengelilingi ruangan, Pelin melakukan hal yang sama dengan matanya, Huseyin mengikuti dengan cemas. Omer jongkok di ujung tempat tidur tingkat khusus tahanan, matanya melihat sesuatu, “Pelin, kau bawa sarung tangan?”. Pelin membuka tasnya, “bawa”, menyerahkan ke Omer. Huseyin memperhatikan dengan gelisah. Omer memasang sarung tangan yang diserahkan Pelin, menjangkaukan tangannya ke bawah kolong tempat tidur, mengambil kancing yang tergeletak disitu, berdiri, memperhatikan.

Pelin ikut memperhatikan apa yang di dapatkan Omer, “apa itu milik Taner?”. Omer mengangkat bahu, “kita lihat nanti”, sambil menatap tahanan yang berdiri dengan memangku tangan. Huseyin coba memberi kemungkinan lain, “kita tidak tau kapan terakhir kali ruangan ini dibersihkan, entah itu milik siapa”. Omer menjawab enteng, “mungkin saja ini milik Taner yang terjatuh saat dia berkelahi”. Huseyin tak menunjukkan sikap membantah yang terlalu kentara, “benar, ada kemungkinan seperti itu, tapi kemungkinannya kecil, karena dalam laporan tidak ada bekas-bekas kekerasan”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.