[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Cinta Elif Kara Para Ask #24 40 episode

Elif menatap Omer yang menunggunya. Musik sudah diputar lagi, tamu juga sedang menari. Omer tak terus terang agar Elif tinggal dulu, “sepertinya kau bosan”. Elif menjelaskan, “tidak, sebaliknya, aku sangat senang. Tapi, aku tidak mau mengganggumu”. Omer mulai usil lagi dengan sindirannya pada Elif yang membuat mereka berdua saling adu argument, “kelihatannya kau ini kurang merakyat”. Elif menatap Omer, “aku juga besar di negara ini inspektur, bukan karena keadaan keluargaku baik maka aku menjadi orang asing”, tersenyum menatap Omer yang terpana, “selamat malam”, kemudian melangkah ke arah parkir mobilnya.

Omer yang sedang takut sendiri dengan perasaannya hingga bicara yang membuat Elif kembali tersinggung, hanya bisa menatap Elif. Hatinya ingin menahan Elif untuk tinggal, tapi pikirannya sepertinya melarang Omer. Akhirnya Elif berlalu dari tempat itu dengan mobilnya. Omer tercenung.

Musik sudah berganti dengan irama lain. Omer yang duduk satu meja dengan Arda dan Pelin, terlihat tidak bersemangat. Pelin membuka percakapan, “kadang, Elif itu suka membuatku terkejut”, sambil memberi isyarat pada Arda dengan gerakan mata, karena ia melihat Omer yang berusaha menghindari perasaan hatinya dengan menengggak minuman. Arda menawarkan, “Omer, kau mau lagi”. Omer tak menolak, “ya, kalau masih ada, kau tidak tambah”, sambil mengedip Arda. Arda memperhatikan kawannya yang sedang galau itu, “kita lihat saja nanti, sepertinya kau suka”.

Pelin mengomentari dua teman lelakinya itu, “tidak seperti itu, biasanya air putih”. Omer merespon ucapan Pelin, “kau jangan seperti itu Pelin”, kemudian memberikan gelasnya pada Arda, “ini, ambilkan lagi”. Arda bangkit, “tenanglah”, sambil membawa gelasnya dan gelas Omer.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 42 episode

Pelin masih ingin menasehati Omer yang walau berusaha mengendalikan hatinya dengan keras agar tak terlihat oleh orang lain kalau pikirannya tak memikirkan Elif, Pelin bisa membaca Omer dengan jelas, “Omer, terkadang ada hal yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini”. Omer jadi terpana mendengar nasehat Pelin, ia berusaha membantah, “terkadang cuma mimpi”. Pelin tak memaksa, “baiklah, kita bicarakan nanti saja”.

Huseyin muncul di meja Omer Pelin, ia menepuk pundak Omer, “selamat malam”. Omer bangkit, “wah, kakak, ternyata kau datang juga”. Pelin ikut bangkit, berkomentar pada komandannya yang baru terlihat seharian ini, “kalau banyak pekerjaan, kau bisa minta tolong”. Huseyin beralasan, “sudah beres semua”. Arda muncul dengan dua gelas ditangan, “selamat datang pak, mau minum?”. Huseyin menolak, “nanti saja, ku jelaskan sesuatu pada kalian”.

Omer menunjukkan wajah cemas, “apa yang terjadi kak”. Huseyin menunjukkan wajah serius, “menantu keluarga Denizer, Taner, semalam dia ditemukan telah gantung diri”. Arda terkejut, “astaga”. Omer menggali informasi, “kapan kejadiannya kak”. Huseyin memberitau, “kemaren malam”. Huseyin protes, “kenapa baru diberitau sekarang?!”. Huseyin menunjukkan sikap dia tidak menyembunyikan apapun, “mana ku tau, aku tidak merahasiakannya, ya Tuhan. Mereka berusah menghubungi keluarga Denizer, aku juga baru tau”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.