[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong


Malam harinya, lampu warna warni yang dipasang Omer dibantu Arda sudah menyala, tamu sudah rame. Omer menenangkan Hasan yang sudah tiduran di ranjang, “aku katakan padamu, jangan mengintip, ini tidak sakit sebenarnya”. Hasan yang berdiri disebelah Melike langsung nyahut, “ah, aku sudah dengar paman”. Omer menoleh ke Hasan, mengedipkan matanya, Hasan terdiam.

Omer kemudian menoleh lagi ke Can. Tamu yang datang menempelkan uang kertas di dekat bantal Can. Melihat itu, Hasan bersuara lagi, “paman, mereka hanya memberikan uang, tidak ada emas”. Omer kewalahn menghadapi keponakannya yang bawel itu, “sudahlah, diam dulu”. Melike juga mengingatkan Hasan, “jangan bicara begitu, sampai saat ini siapa yang akan berikan emas’. Hasan menjauh dengan wajah cemberut. Pelin mencoleknya karena gemas dengan tingkah Hasan.

Seorang tamu yang ada di dekat situ bicara, “Omer, anakku ingin sekali jadi polisi, coba kau bicara padanya, bagaimana caranya agar lulus”. Omer tersenyum, “baiklah tuan Ibrahim, kami akan berikan beberapa bocoran, ya kan Pelin”. Pelin mengangguk, “tentu saja”. Tuan Ibrahim yang bertanya, senang, “haa, baiklah”. Nyonya Elvan yang duduk di temani Arda, tersenyum menatap ke arah Omer yang duduk di pinggir dipan yang sedang sunatan. Omer masih bicara dengan tuan Ibrahim, “anakmu punya nomer hpku”. Tuan Ibrahim menjawab kalau anak punya. Omer mencari tau lagi, “berapa umur anakmu sekarang”. Tuan Ibrahim memberitau, “sembilan belas tahun”. Omer bergumam, “hah, waktu cepat berlalu ya. Baik tuan Ibrahim kita akan mengaturnya”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 32 episode

Nyonya Elvan berbisik ke Arda dengan wajah senyum tapi melamun, “acaranya meriah sekali, setelah sakit sedikit, aku merasakan hal yang sama”. Omer berdiri menyalami tuan Ibrahim. Di deretan meja tamu, nyonya Elvan masih bicara sambil tersenyum pada Arda, “anak-anak tertawa dengan riang pada acara ini. Andai saja Huseyin juga ada disini”. Arda menenangkan, “mungkin dia sedang sibuk ibu Elvan, sebentar lagi datang”. Omer melepas jaketnya, menghampiri tempat duduk ibunya dan Arda, ikut duduk, “kenapa melihatku seperti itu”. Nyonya Elvan tersenyum, “tidak apa-apa nak, aku hanya merindukanmu”.

Arda mengangkat gelas yang ada di meja, “Omer, ini, minumlah, rasanay enak”. Omer melirik ibunya, nyonya Elvan paham, ia bangkit, “ibu mau melihat mereka dulu, jangan sampai mereka tidak ada”. Omer minum bersama Arda.

Di meja lain, Melike sedang menggosip dengan tamu, “Pelin juga gadis yang baikkan, tapi sayangnya Omer memikirkan yang lain”. Saat nyonya Elvan melintas dekat mejanya, Melike mengubah topik pembicaraan, “ya sudah, sudah, ayo siap-siap, hari ini adalah hari pesta yang sangat menyenangkan”. Omer berdiri menyalami tamu yang datang. Salah satu tamu wanita yang bergosip dengan Melike berpendapat, “cepat sekali dia melupakan tunangannya”. Melike merespon dengan nada agak tinggi, “tentu saja dia akan lupa”. Omer yang berdiri tak jauh dibelakang Melike duduk, mendengar pembicaraan ini.

Melike dengan wajah berseri, menjelaskan pada temannya bergosip, “Sibel tidak pantas untuk Omer. Hati gadis itu begitu indah, dia sangat anggun seperti putri sultan. Kalian harus mengumpulkan uang dari sekarang supaya bisa datang ke pesta pernikahan yang mewah. Pernikahan itu adalah acara orang-orang kaya, benar-benar orang kaya, hek, hek”. Satu teman Melike memberikan respon, “pestanya pasti akan meriah sekali”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

2 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Kendalikan Hatimu Omer! Hadiah Kaligrafi, Mengajarkan Elif Cara Menganalisa Orang Berbohong

    • dizaz berkata:

      hufff, data yang disimpan di eksternal hardisk ga bisa dibuka,
      hardisk-nya ngadat. Ceritanya berkabung untuk sinopsis ini, walau tetap mantengin tatapan Elif Omer setiap malam 😀

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.