Cinta Elif Kara Para Ask #24 29 episode

Omer menempel kaca belakang dengan gambar gunting dan tulisan, yang menandakan itu mobil arakan anak di sunat, ia menepuk punggung Arda, “darimana kau mendapatkan mobil ini”. Arda menjelaskan, “saat kau bilang mau menghias mobil, aku langsung mempersiapkan semua ini”. Omer memuji, “ya, aku memang agak kesal, untung saja semunya lancar, entah kapan bisa seperti ini. Bagaimana lusa”. Arda memberitau, “Pelin yang ngurus”. Omer tenang, “baguslah”.

Omer jongkok di bagian depan mobil, menggigit selotip, menempelkan ke hiasan yang ditempelkan ke mobil, “kakakku tidak kelihatan”. Arda jongkok di depan Omer, “ya, hari ini aku juga tidak melihatnya”. Omer agak heran, “dia tidak masuk kantor?”. Arda angkat bahu, “tidak. Belakangan ini kalian kakak beradik tidak akur, mungkin kau tau, aku sempat membicarakanmu dengan Pelin, entah apa yang kalian rahasiakan”. Omer tersenyum, “rahasia apanya”, menepuk kap mobil, “ayo kita pasang ini dulu, ya”, menekan tulisan warna warni yang sudah tertempel dengan baik di mobil, “bagus sekali, ya, ini benar-benar bagus”.

Arda berdiri, ia ingin tau hubungan Elif Omer yang diketahuinya sedang perang dingin, “bagaimana dengan Elif, kau sudah bicara dengannya?”. Omer menunjukkan wajah kurang senang mendengar nama Elif, “aku ada urusan lain masalah dengan Elif”, tak mau memberitau kawannya itu tentang misinya dengan tuan Sami dan juga Elif.

Arda bisa membaca kegelisahan Omer, “baiklah, tenang Omer. Sebenarnya mudah, kalau tidak akan memberikan apa-apa pada gadis itu, jauhi dia”. Omer masih menunjukkan wajah agak kesal, “mmm, begitulah”. Arda ingin tau hal lain, “oya, bagaimana dengan pencucian uang itu dan Elif”.

Omer mau menjawab pertanyaan Arda, saat Can datang mendekat denga berlari karena di kejar Hasan, “paman, paman, tolong aku dari Hasan!”. Omer mengangkat telunjuknya, “sssttt, jangan rebutan. Katakan pada teman-teman kalian sekarang, kita akan mengadakan konvoi, biar semakin rame, ayo”. Hasan dan Can berlari lagi ke arah lapangan dengan semangat, “ya, ya”.

Cinta Elif Kara Para Ask #24 30 episode

Verhat datang menghampiri, “Omer, kalau tidak ada kau, mungkin semuanya tidak akan beres. Karena kaulah aku bisa menyelenggarakan khitanan yang menyenangkan untuk anakku, terima kasih banyak ya. Semoga Tuhan akan memberikanmu anak laki-laki, biar aku yang ambil itu”. Omer merespon temannya, “ini bukan masalah Verhat”. Arda menggoda, “apa yang kau katakan Verhat, aku juga, Omer, nannti dalam acara anakku kau juga harus ikut”. Omer hanya tersenyum tanpa ucapan mendengar dua temannya yang sudah pada menikah itu.

Anak-anak teman Hasan dan Can datang berlarian menuju mobil yang sudah di hias Omer Arda. Omer langsung menahan anak-anak itu dengan mengangkat tangannya, “eh, eh, tunggu dulu, tidak semuanya naik mobil”. Arda mengarahkan juga, “ayo, sebagian naik mobil ini ya”. Hasan menuju mobil yang dihias, yang bagian pintu depannya sudha ditungguin Can, ia berkata, “aku mau duduk di depan”. Can tidak mau, “tidak, aku mau duduk di depan, ini kan acara khitanku!”. Hasan menakuti Can, “aku bohong mengatakan tidak sakit, padahal sakit sekali. Aku kesakitan, kau tau?!”. Can melongo menatap Hasan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :