Ashoka: Calon Penguasa Sempurna, Tapi Belum Siap. Kalah Dalam Lomba, Karena Juri Tidak Sanggup Menerima Perubahan Dari Pemikiran Ashoka.


Ashoka #184 14 episode

Ashoka kembali ke tempatnya berdiri dengan wajah masih sedih, diikuti tatapan Bindusara dan tarikan nafas berat Chanakya. Bindusara kemudian menoleh ke arah Chanakya yang sangat memperhatikan Ashoka. Chanakya kembali menunjukkan wajah biasa. Bindusar kemudian meninggalkan ruangan, diikuti tatapan Chanakya. Pertarungan singgasana Magadh terlihat selesai tapi belum berakhir.

Junki yang di suruh melihat pengumuman, berlari memasuki ruangan, ia memberitau Charumitra, “permaisuri, pangeran Sushima telah menang”. Charumitra kaget bahagia, “apa?! coba kau ulangi lagi”. Junki mengulang kabar yang dibawanya, “iya, permaisuri, ini benar. Pangeran Sushima telah memenangkan perlombaan, semuanya segera akan datang”. Dharma ikut tersenyum senang mendengar kabar bahagia itu. Helena menunjukkan wajah kurang senang yang tak terlihat oleh yang lain.

Charumitra membuka salah satu gelangnya, menyerahkan ke pelayan yang telah memberi kabar senang padanya, “pergilah Junki, siapkan penyambuta mereka”. Pelayan menerimanya dengan senang dan bergegas melaksanakan apa yang di suruh. Charumitra kemudian mendekat kehadapan Subrasi, memegang tangannya.

Subrasi mengungkapkan rasa senangnya, “permaisuri Charumitra aku ucapkan selamat padamu. Aku yakin, pasti pangeran Sushima yang akan menang. Dia tidak pernah menyia-nyiakan ajarannya selama ini”. Charumitra tersenyum senang, kemudian memeluk permaisuri Subrasi. Dharma tersenyum. Subrasi melepaskan pelukannya, memegang tangan Charumitra, “sekali lagi ku ucapkan selamat”.

Ashoka #184 17 episode

Ahankara yang kebetulan mendengar kabar kemenangan Sushima, jadi ketakutan sendiri, “tidak, ini tidak mungkin. Ashoka tidak mungkin kalah”. Kemudian bergegas pergi dari sekitar situ.

Charumitra membalikkan badannya dengan wajah dihiasi senyum. Dharma bersiap memberikan ucapan selamat. Tapi Charumitra malah melangkah ke hadapan ibu suri Helena. Dharma hanya menatap dengan tatap terkejut awalnya karena diabaikan, tapi mencoba memahami. Helena menyambut Charumitra dengan wajah berseri, seakan tulus mengucapkan semuanya, “permaisuri, aku bangga sekali, berita tentang Suhima dan aku yakin dia akan menjadi penguasa sementara yang baik”. Charumitra memeluk Helena, “terima kasih ibu suri”.

Dharma mendekat ke Charumitra, “aku ucapkan selamat permaisuri Charumitra”. Subrasi ikut mendekat. Charumitra menjawab ucapan Dharma dengan dagu terangkat, “terima kasih. Hari ini aku heran, aku tidak mengharapkan putramu bisa sehebat itu”. Dharma mengangguk sopan, “ayo, aku harus membantumu dalam penyambutan mereka”. Permaisuri Subrasi yang memberikan respon, “tidak, tidak usah. Kami bisa sendiri”. Dharma terkejut dengan penolakan yang bernada merendahkan itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan