Omer lebih mendekatkan wajahnya ke arah Elif, “Elif, kau tau kau sudah masuk ke dalam hatiku sekarang, matamu, semua tingkah lakumu, bahkan saat aku bersama dengamu, aku merasa gemetar begini, sepertinya aku menjadi Omer yang lain. Aku bisa bilang, kau bahkan masuk ke dalam aliran darahku. Apa kau tau, setiap nafas aku memikirkanmu, aku ingin menghabiskan waktuku bersama denganmu. Kau mengajarkan cinta yang sejati”. Elif menggigit bibir bawahnya mendengar semua pengakuan Omer.

Omer terus bicara, “dari awal, kau memang orang yang pemberani dan kau masih sama seperti itu. Kita dibesarkan dalam keadaan yang sama, dibesarkan oleh seorang ayah yang tidak sempat membelai rambut anaknya sendiri, tapi, cinta itu yang membuatnya lebih indah. Kau benar-benar wanita yang kuat sampai bisa membuatku tersenyum, kau memiliki mata terindah yang belum pernah aku lihat sebelumnya”. Elif hanya menatap Omer.

Omer salah tingkah dengan perasaan bahagia yang dirasakannya, tapi Elif tak memberikan respon yang seharusnya, “Elif, aku mohon padamu, aku sudah mema’afkanmu sekarang”. Elif tetap menatap Omer dalam diam. Omer terus meyakinkan Elif, “kau tau aku mencintai dirimu seutuhnya”. Elif tetap dengan reaksi datarnya.

Omer mulai meyakinkan dengan gaya isengnya, “dengar nona, aku sangat mencintaimu. Dengan masa lalu dan juga semua kebohongan yang sudah kau katakan padaku”. Elif menatap Omer dengan rahang dikatupkan, Omer memegang tangan Elif, “setiap hari aku semakin mencintaimu”, kemudian mengecupnya, menatap Elif. Perlahan, Elif menarik tangannya, menunduk, mengatupkan geraham, menahan perasaan terdalamnya.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 14 epidsode

Mata Elif bergerak gelisah, ia terbayang kejadian semalam, saat dia melukis wajahnya dan wajah Omer yang saling menatap, sampai meneteskan air mata karena cinta mereka yang terhalang banyak masalah. Ada ketukan dipintu, Elif bersuara, “masuk”. Huliya, asisten rumah tangganya, melongok, “nona Elif, ada yang sedang mencarimu di depan pintu”. Elif agak heran, “siapa dia, dia tidak menyebutkan namanya”. Huliya menjawab ragu, “aku sudah memaksanya nona, tapi dia bilang ini urusan yang penting”. Elif berdiri, baiklah.

Elif membuka pintu rumah utamanya, wajah terkejut saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu, tuan Sami, bos yang juga gurunya Omer, yang membantu operasi untuk menangkap mafia yang sedang menekan Elif. Elif menyapa dengan heran, “tuan Sami?”. Tuan Sami menjawab dengan wajah serius, “ma’af aku jadi mengganggumu dimalam-malam begini”. Elif semakin cemas, “ada apa, Omer baik-baik sajakan?”.

Tuan Sami mengangguk, “ya, ya, dia baik-baik saja, dia bahkan tidak tau kalau aku kemari”. Elif jadi bingung, “apa ada masalah”. Tuan Sami kembali mengangguk, menatap Elif serius, “iya, sayangnya, masalah yang sangat besar, hubungan hatimu dengan Omer”. Elif yang sedang galau menunggu kepastian Omer, semakin tak berdaya menatap tuan Sami, wajahnya tegang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :