Metin kemudian mendekat ke Nilufer, “ayo, duduklah”. Nilufer duduk menatap Metin yang terlihat agak tegang. Nilufer tersenyum, “aku tidak tau harus berkata apa. Aku tidak menyangka kau akan membawaku kemari, benar-benar kejutan untukku”. Metin mendekat dan duduk di sebelah Nilufer, “kejutannya bukan yang ini”.

Nilufer menunggu kelanjutan penjelasan Metin. Metin memperbaiki duduknya, menunjukkan wajah serius, “kau bilang sudah kehilangan keluargamu, aku bilang aku ada untukmu, tapi kau masih saja merasa sendirian. Ya, kau benar, kalau aku benar-benar ada dalam kehidupanmu, maka kau tidak akan ragu lagi padaku”. Nilufer bingung, “aku tidak mengerti, apa yang kau inginkan”.

Metin menatap mata Nilufer, “aku bilang, agar rumahku juga menjadi rumahmu, ibuku jadi ibumu. Aku menghadiahkan hidupku untukmu. Mungkin saat ini aku masih belum bisa memberikan nama belakangku, tapi aku ingin kita punya ikatan yang kuat. Kalau kau mau, ada penghulu di dalam, dia bisa menikahkan kita, jadilah istriku dihadapan Tuhan”. Metin mencari kepastian lewat mata Nilufer. Mata Nilufer bergerak-gerak dengan gelisah, ia tak tau harus menjawab apa.

Di rumah istrinya Halil, orang suruhan Metin, lelaki yang menghabisi Taner di penjara, sedang membuka laci mencari sesuatu, ia berteriak, “Huseh! Huseh sayang”. Anak perempaunnya nyahut, “iya bu”. Si wanita bertanya, “kemaren ibu simpan kartu nama polisi itu disini, kau lihat, siapa yang mengambilnya?”. Anak perempunya hany melenggang ke ruang lain, “mana aku tau bu”. Istrinya Halil jadi bingung sendiri, “ya Tuhan, aku baru ingat sesuatu. Aku sudah janji akan mengabarinya, hooohhh”, sambil melangkah ke ruang dalam.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 09 epidsode

Di area pabrik tempat tiga mafia sedang bertemu, Huseyin meyakinkan dua orang di depannya, “aku ada dibelakang Omer, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, lebih baik kita jangan berkumpul seperti ini, nanti ketahuan, berbahaya”. Tayyar merespon ucapan Huseyin, “kau bilang begitu, tapi aku merasa khawatir. Aku mengkahatirkan diriku dan juga kalian”. Huseyin dan Ali saling lirik.

Ali minta penjelasan ucapan Tayyar, “apa ada hal yang tidak kami tau?”. Tayyar membenarkan, “iya, ada. Orang yang menghabisi Taner, dia masih punya hubungan dengan kita. Omer bisa saja menggali informasi ini, segera kalian singkirkan Omer dari kasus ini”. Huseyin jadi marah, “kami sedang mengusahakan itu Tayyar! Aku bahkan membohongi adikku hanya untuk melindungi semua kejahatanmu, aku mengelabuinya, itu semua ku lakukan karena kau!”. Tayyar melirik Ali.

Ali menenangkan rekannya itu, “Huseyin! Tenanglah”. Tayyar merespon kemarahan Huseyin, “ini bukan hal yang tidak pernah kau lakukan sebelumnya, jangan dramatis seperti itu. Adanya Omer saat ini bersama dengan kalian, hal itu tidak membuatku merasa tenang, aku ingin hal yang lain. Aku ingin kalian yang mengatakannya”. Huseyin menatap Tayyar, “apa itu jalan keluarnya?”.

Tayyar tetap menunjukkan kekauasaannya atas dua polisi di depannya, “sederhana. Kalian yang berkuasa atas Omer di kepolisian. Kalau dia bukan polisi, dia tidak akan bisa menangkap aku, apa lagi kalian”. Huseyin nanar menatap Tayyar yang memberikan usul gila itu, wajahnya berfikir.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :