Cinta Elif Kara Para Ask #29 54 epidsode

Di ruang kerja Ali, seorang petugas polisi memberikan laporan, “ada dua orang yang dicurigai dan keduanya ada disini”. Ali membuka berkas yang diterimanya, “nanti aku lihat”. Huseyin membuka pintu ruangan Ali, menatap petugas yang sedang berdiri di depan Ali, “selamat bekerja. Mustafa, bagian kriminal memanggilmu”. Petugas yang memberikan laporan bernama Mustafa, jadi heran, “aku tidak minta apa-apa dari bagian kriminal, kenapa mereka memanggilku”. Huseyin meradang, “kenapa kau tanya padaku, tanya saja pada mereka cepat”. Mustafa melangkah keluar pintu, Huseyin menutup pintu dengan membantingnya.

Huseyin kemudian menatap Ali, “kali ini, Tayyar tidak akan membiarkan aku Ali”. Ali menggeleng, “tentu saja, sepertinya, dia akan berusaha untuk membujukmu dulu. Dia benar, adikmu adalah bencana”. Huseyin meraup berkas yang ada dimeja Ali, “kau ini!”. Ali tak gentar oleh gertakan Huseyin, “hah, lihat, orang baik tau kalau dibicarakan. Omer telfon”. Ali pun menerima telfon Omer, “hallo”. Omer memberitau informasi baru yang di dapatnya, “ma’af pak kalau aku sudah mengganggumu, tapi ada yang perlu ku sampaikan”. Ali menoleh ke Huseyin yang menatapnya dengan wajah cemas.

Ali ingin tau, “apa itu”. Omer yang masih sibuk dnegan urusan tangannya yang masih terborgol dengan tangan Elif memberitau, “apakah bapak masih ingat seseorang yang bernama Halil, dia sudah kita kira menghabisi Taner, dia pernah bekerja di rumah sakit Tayyar Dundar”. Ali yang terkejut, Omer mengetahui informasi Halil secepat itu, jadi berdiri, “apa kau yakin?”. Omer tanpa curiga menjawab, “aku yakin sekali, istrinya mengatakannya, dia pernah menjadi sopir sekitar enam bulan di rumah sakit”.

Ali mencoba mempengaruhi keyakinan Omer, “enam bulan waktu yang sangat singkat, mungkin dia tidak pernah melihat wajah bosnya sama sekali. Tidak ada yang bisa diharapkan dari sana Omer”. Omer menjelaskan, “aku rasa masih ada yang bisa diharapkan pak. Kalau diijinkan, aku akan menghubungi rumah tahanan”. Ali melarangnya, “itu tidak perlu Omer, kau harus bawa bukti yang kuat”, kemudian menutup telfon.

Ali kembali menuju mejanya dengan gusar, “apa-apan ini”. Huseyin ingin tau apa yang diinformasikan Omer, “apa katanya”. Ali menjelaskan, “orang yang menghabisi Taner pernah bekerja di rumah sakit Tayyar. Adikmu benar-benar hebat sekali! Kau bilang kau akan mengawasinya, kau bilang kau akan menghalanginya! Apa yang kau lakukan disini, apa!”. Huseyin jadi ikut risau mendengar informasi Ali. Kecepatan Omer mencari informasi semakin dekat ke arah mereka berdua.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 56 epidsode

Pelin yang merapikan berkas, melirik Arda, ia kemudian mencari sesuatu di mejanya. Arda memperhatikan. Pelin tidak menemukan apa yang ia cari, ia membuka laci mejanya, ada setangkai mawar warna kuning. Pelin terkesima sesaat, melirik Arda yang langsung pura-pura serius menatap kerjaannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :