Tiba-tiba mata Nilufer melihat apa yang dicarinya, “oh, aa,, Mert, bisa ke pom bensin itu sebentar, aku ingin ke toilet”. Dengan senang hati mert membelokkan kendaraan, “oke”.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 02 epidsode

Sementara itu, di sebuah tempat makan, Omer baru saja sampai dan disamput pelayan, “selamat datang”. Omer mengucapkan terima kasih. Pelayan menarik bangku untuk Omer, “silahkan duduk”. Omer duduk dan kembali mengucapkan terima kasih, “oya, aku akn minta tolong padamu supaya menghias meja ini supaya kelihatan lebih bagus, supaya tamu yang datang akan senang melihat ini nanti. Aku ingin dia tersenyum saat kemari”.

Pelayan wanita yang punya tempat makan itu tersenyum maklum, “tentu, aku akan bereskan nanti, sepertinya tamu yang datang orang yang penting untukmu”. Omer tersenyum, “ya begitulah”. Pelayan wanita itu mengerti apa yang harus dikerjakannya, “aku akan bereskan dulu”, sambil melangkah ke dalam. Wajah Omer agak tegang, ia melihat hpnya, kemudian melihat ke arah jalan sambil mengetukkan tangan ke meja, menunggu.

Di pom bensin, Mert memilih-milih boneka di mini market sambil matanya melihat ke pintu WC. Mert tersenyum melihat sebuah boneka yang dikiranya akan membuat Nilufer senang. Sementara itu, Nilufer yang ijin ke toilet sudah di area parkir belakang pom bensin itu, ia mengendap, setengah berlari sambil memperhatikan sekeliling masuk ke dalam sebuah mobil yang ternyata yang duduk dibelakang kemudinya adalah Metin.

Nilufer menatap kekasihnya itu, “kau tidak lama menunggukan”. Metin menatap Nilufer dan menjawab dengan suara rendah, “aku rela menunggu seumur hidupku”, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Nilufer, mau mengecup bibir wanita yang membuatnya tergila-gila itu. Nilufer menahan dada Metin dengan wajah serius, “aku masih belum memaafkanmu”.

Metin menarik wajahnya menjauh dari wajah Nilufer, “kau akan mema’afkanku, kau lihat dulu kejutannya”. Nilufer memasang sabuk pengaman, Metin menjalankan mobil.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 04 epidsode

Di rumah baru Arda, Arda yang semalam mabuk, di tidurkan Omer di sofa, ternyata Pelin tak tega, ia pun menyusul ke rumah Arda dan menunggui sahabat yang ternyata diam-diam mencintainya itu. Pagi itu, Pelin menyiapkan sarapan untuk Arda dan menarohnya di meja dekat Arda tidur. Arda menggeliat, membuka matanya sedikit, samar ia melihat seorang wanita keluar rumah.

Arda kemudian mengusap mata, melihat di meja sudah ada buah lengkap untuk sarapan dan segelas air jeruk. Arda mengangkat badannya, memperhatikan sekeliling, sepi, tak ada siapa-siapa. Ia duduk, dan kembali memperhatikan sarapan yang sudah ada di meja.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :