Elif berjalan di sebelah Omer dengan kesal, “sudahlah, sekarang, lepaskan aku”, sambil mengguncangkan tangannya yang terborgol. Omer malah mengguncang tangannya, “jangan menarik seperti itu, kau sakit nanti”. Elif mengaduh, “auww”. Omer cemas juga, ia memperlambat langkahnya, “santai saja”. Elif mengingatkan Omer, “baiklah, jadi aku mau bicara”. Omer menghentikan langkahnya, menatap Elif yang keras kepala, “bagus, bagus, kau sudah mulai ikut permainanku”.

Elif mengangkat telunjuk dari tangannya yang bebas, “pertama, kau harus berkata yang benar. Kedua, kau tidak bisa memberiku perintah. Ketiga, kalau kau ingin bicara denganku, kau harus melepaskan benda ini. Aku tidak akan bicara selama ini masih ditanganku, kau harus ingat itu baik-baik”. Kemudian melangkah menarik tangan mereka yang saling terborgol. Omer ikut di belakang.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 33 epidsode

Di bangku taman rumah orang tuanya, Metin bercerita masa kecilnya pada Nilufer, “setelah ayahku meninggal, aku tinggal dengan ibuku di Adana. Beberapa waktu, waktu itu aku sekolah esde, suatu hari saat aku main di depan rumah, ada orang yang datang.

Metin kecil jongkok, mengajak temannya, “ayo kita main kelereng, sambil bersiap melempar kelereng di depannya yang sudah tersusun rapi. Tiba-tiba ada sepatu seorang pria yang menginjak kelerengnya itu, ia mendongak, pria itu bertanya, “apa kau yang bernama Fatih”. Fatih kecil mengernyit.

Metin menjelaskan sikap lelaki yang bertanya padanya waktu kecil itu, “dia sangat dingin, dia tidak tersenyum, dia menanyakan ibuku, aku bilang ibuku di rumah. Lalu ia bicara dengan ibu, kemudian mereka memanggilku, dan aku menghampirinya, dan kami ada di Istanbul saat ini”. Nilufer mendengar cerita Metin dengan wajah serius.

Omer dan ELif yang tangannya masih saling terborgol, berjalan menuju parkiran. Elif membuka pintu mobilnya dengan remote. Omer bertanya, “kau pernah menyetir mobil dalam keadaan seperti ini, aku rasa tidak. Kalau begitu kita pergi dengan mobilku”, kemudian merogoh kunci di kantong jaketnya. Elif berkata sinis, “sepertinya kau sudah sering, ini cara klasik menangkap penjahat bukan?”.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 35 epidsode

Omer tetap nyantai, “iya, tentu saja, ini pelajaran dasar yang ku pelajari saat di akademi kepolisian”. Elif tak mau berdebat lagi dengan Omer, ia takkan bisa menang, “baiklah pak polisi yang terhormat, katakan padaku bagaimana kita naik mobil dalam keadaan begini”. Omer menjelaskan, “pertama kali aku yang naik, setelah itu kau yang naik di belakangku”.

Elif menyindir Omer, “lalu bagaimana kau masuk dengan kakimu yang panjang itu”. Omer tetap nyantai menghadapi tuan putrinya yang sedang kesal, “jangan khawatir, aku akan tunjukkan caranya padamu, tunggu sebentar”, kemudian memasukkan kunci ke pintu mobil dan membukanya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :