Elif terkejut dan ternganga melihat kenekatan Omer, “haaah, apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan Omer?”. Omer mengangkat tangan kanannya yang terborgol dengan tangan kiri Elif, “apa yang ku lakukan? Aku menyandramu. Ini kulakukan sampai aku dapatkan apa yang ku mau, ada batas kemarahan bagimu, jelaskan padaku. Kau dihukum, kau jelaskan”. Elif yang sudah tau bagaimana nekatnya Omer saat cemburu pada Levent sebelumnya (ceritanya di tulisan ini, [Cinta Elif Sinopsis] : Omer Cemburu Karena Jatuh Cinta, Elif Omer Resmi Jadi Sepasang Kekasih. Elif Gelisah Karena Menyimpan Sebuah Rahasia, Huseyin Juga), hanya bisa merespon dengan kesal, “kau sadar dengan kekonyolanmu itu”.

Omer cuek, ia mengangkat tangannya yang terborgol dengan tangan Elif, “ayo jalan, jalan”. Omer mengayunkannya agak kencang, Elif mengingatkan dengan bersuara, “Omer”. Omer tetap melangkah, Elif mau tak mau mengikuti.

Di taman rumah ibunya Metin, Nilufer membalut tangan kiri Metin yang terluka. Metin memperhatikan Nilufer yang telaten merawat lukanya, “dari mana kau temukan ini”. Nilufer menjawab, “di dalam, tergantung di lemari. Ini punya ibumu, dia tidak marahkan”. Metin meyakinkan, “tidak akan”.

Cinta Elif Kara Para Ask #29 29 epidsode

Metin menatap Nilufer, “kau mencintaiku, tapi kau merasa takut. Ya, kau benar, aku memang seorang penjahat”. Nilufer berkata jujur, “benar, aku takut. Tapi, aku sebenarnya marah, karena aku tidak mengenalmu. Kau siapa aku tidak mengenalmu”. Metin agak bingung dengan penjelasan Nilufer, “aku Metin fatih, aku seorang yang kau cintai. Aku adalah seorang pria yang ingin menikah denganmu”.

Nilufer menjelaskan maksudnya, “mengenal seseorang tidak semudah itu. Apa kau mau menikah dengan orang yang sama sekali tidak kau kenal? Kau tau segalanya tentang aku, masalalu ku, keluargaku. Apa yang ku tau tentangmu? Aku hanya tau kau mencintaiku, tidak ada yang lain lagi, hanya itu saja”. Metin memberitau pendapatnya, “kalau kita tidak saling mengenal, bagaimana kita bisa jadi kekasih”.

Nilufer memberitau Metin, “mencintai adalah hal yang lain Fatih, dan menikah seperti ini, juga hal yang lain. Menikah seperti ini, bukanlah hal yang ku inginkan. Diantara kita ada hal yang lain”. Metin meyakin kan Nilufer, “kita juga akan begitu, aku akan memberikanmu gaun pengantin yang cantik nanti. Tapi aku ingin, saat ini kita bersedia untuk menikah”.

Nilufer menjelaskan keraguannya, “aku baru saja mengenal ibumu, kalian ini keluarga yang bagaimana, aku tidak tau ayah yang kau bilang menyuruhmu melakukan hal yang jahat”. Mata Metin bergerak-gerak menatap Nilufer. Nilufer memberitau, “ayahku pernah bilang, menikah itu adalah menikah dengan keluarganya. Apa kau mau aku menjadi bagian keluarga yang tidak ku kenal sama sekali? Kau bilang kalau aku diam aku takut. Kalau aku takut, mana mungkin aku ada disampingmu, mana mungkin ketika kau mengancamku aku langsung menemuimu”.

Metin seperti menyadari satu hal, “kau benar, aku akan jelaskan semuanya. Tapi, apa yang kau dengar, mungkin tidak seperti teman-temanmu, yang masa kecilnya bahagia. Masa kecilku bukan seperti Disneyland, mungkin kau tidak akan senang mendengarnya. Apa sekarang kau benar-benar ingin mendengarnya”. Nilufer menatap ke dalam mata Metin dengan menganggukkan kepalanya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :