Ashoka: Membulatkan Tekad, Sushima Memancing Emosi Ashoka Menjelang Pemilihan Penguasa Sementara Magadh


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Maha Amartya Calata memberi usul pada Yang Mulia Bindusara agar memilih penguasa sementara selama Yang Mulia Bindusara dan Chanakya meninggalkan Pataliputra, dengan mengadakan perlombaan antara pangeran Sushima dan pangeran Ashoka, Bindusara setuju. Sebagai guru, Chanakya merasa kalau Ashoka belum siap untuk ilmu pemerintahan kerajaan secara teori, dan itu tidak bisa diajarkan dalam satu hari. Chanakya hanya memberitau Ashoka bahwa kekuatan utamanya ada pada hatinya, tapi itu sekaligus kelemahannya. Chanakya juga berpesan, Ashoka harus bisa mengendalikan hatinya dengan pikiran jernih.

Pilihan Chanakya yang tak mengajarkan ilmu apa-apa pada Ashoka membuat Radhagupt risau, Ashoka bisa kalah. Tapi Chanakya menenangkan Radhagupt, ini hanya pemilihan penguasa sementara, bukan pewaris, kalau pun kalah, Ashoka akan banyak belajar dari hal itu. Ashoka itu seperti api, ia bisa memberi manfaat dengan kehangatannya, juga bisa membakar dan membinasakan semuanya dengan panasnya, jadi biarkan dia mencari jalannya sendiri.

Ashoka #180 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #180 , Ashoka mempersiapkan diri di kamarnya dengan memegang pedang Chandragupta miliknya, ia mengingatkan dirinya sendiri, “tulisan jauh lebih tajam dari pedang. Selama ini aku bertarung dengan pedang, besok aku akan bertarung dengan kata-kata. Sifat pedang dan kata-kata itu mirip. Serangan yang dilakukan dengan pedang, tidak bisa diambil kembali, sama seperti kata-kata yang sudah keluar dari mulut tidak bisa ditarik kembali”. Ashoka membulatkan tekadnya, “ku harap besok aku tidak akan melukai orang dengan kata-kata, khususnya kakakku sendiri”.

Sementara itu, dikamarnya, Sushima juga membulatkan tekad, “dalam cinta dan perang semuanya di perbolehkan. Ashoka merebut hati orang dengan ucapannya yang muluk-muluk. Besok aku akan mengalahkan dia dalam permainannya, dan aku akan kalahkan dia dengan cara dia mengalahkanku, ia bahkan tidak akan layak bicara dengaku”, menunjukkan senyum culas.

Sikap Sushima di kamarnya yang penuh ambisi untuk menang dengan semua cara yang bisa ia lakukan, berbanding terbalik dengan sikap Ashoka yang juga sedang memantapkan hati untuk tidak menyakiti siapapun.

Sushima mulai menghafalkan contekan yang diberikan Maha Amartya Calata di dekat jendela, tiba-tiba ia melihat Ahankara sedang berjalan tergesa di lorong. Konsentrasi Sushima langsung buyar, ia melipat kertas contekannya dengan kesal, “mau kemana dia malam-malam begini”, sambil meletakkan kertas contekannya dengan marah, kemudian keluar kamar.

Ashoka #180 03 episode

Ahankara yang berjalan dengan wajah cemas tak memperhatikan sekeliling. Ia kaget saat Sushima menarik lengannya. Sushima melihat ke arah kamar Ashoka dan tau tujuan Ahankara, ia bertanya untuk memastikan, “mau kemana kau malam-malam begini”. Ahankara yang mencemaskan Ashoka tidak berprasangka apa-apa, “aku, aku baru saja mendengar, kalau Ashoka mau bilang,,”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s