Omer bangkit dengan kesal, “aku yang menanggung ini sendirian bu, aku menanggung semua ini atas diriku sendiri!”. Omer menarik nafas dengan wajah kesal, “kemaren aku sangat sedih, hari ini aku sangat marah”. Omer menatap ibunya yang duduk mendengar dan memperhatikannya dengan penuh sayang. Omer duduk di hadapan ibunya, menggenggam tangannya, “aku masih ingat semua, ketika dia memegang tanganku, ketika saat itu dia melihat mataku, semua yang sudah dilakukan hanyalah tipuan saja bu. Padahal aku tidak melakukan apa-apa, perasaan ku saat ini hancur, hatiku hancur bu”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 16 episode

Nyonya Elvan memeluk Omer, mengusap-usap punggung Omer. Omer menangis di pundak ibunya, kemudian menarik kepalanya, memegang jidatnya dengan tangan. Huseyin muncul di kamar Omer, melihat Omer yang tertunduk dalam tangis, perlahan mendekat. Melike masuk melihat foto Omer dan Sibel yang sudah berantakan dan sobek. Huseyin duduk di bangku sebelah Omer, “Edem”. Omer menoleh dalam tangisnya, “dia berbohong “. Huseyin menelan ludah menatap Omer yang sedang hancur. Nyonya Elvan menarik nafas sedih, Melike menatap semuanya dengan sedih.

Huseyin yang memegang pundak Omer menjawab, “hidup adalah kebohongan’. Omer tersedu, kemudian merebahkan kepalanya di pundak Huseyin. Huseyin memegang pundak Omer dengan mata berkaca. Nyonya Elvan menatap kedua putranya dengan mata berlinang. Melike yang berdiri, juga menahan tangis. Omer menangis di pundak Huseyin.

Elif yang keluar bersama Levent, sudah keluar dari gedung barunya, berjalan menuju ke mobil. Levent menanyakan pendapat Elif, “apa kau suka dengan gedung baru Denizer Holding”. Elif memberikan pendapat, “bagus, lumayan”. Levent menjelaskan, “ya, tapi lebih kecil”. Elif mengingatkan konsultan keuangan kantornya itu, “tujuan kita memang pindah ke tempat yang lebih kecil bukan, apalagi kalau dibawah ada tokonya, itu akan terlihat lebih bagus”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 18 episode

Levent setuju dengan pendapat Elif, “ya benar, para arsitek sedang keluar sekarang kita bisa mendesainnya, nggg,, kita bisa mengatur dan mendesainnya, kau, nona Bahar, depertemen keuangan dan juga,,”. Elif langsung memotong ucapan Levent yang dianggapnya ucapan minta ijin, “untukku tidak masalah yang mana saja membuatmu nyaman kau bisa menggunakan itu”. Levent hanya mengangguk, “kau baik sekali”. Elif tersenyum tipis sambil mengangkat bahu. Levent membuka topik pembicaraan lain, “hah,,tadi aku bicara apa, sebenarnya aku punya kabar baik untuk kita”. Elif ingin tau, “apa itu”.

Levent menjelaskan, “gedung Denizer Holding yang sekarang akan terjual dalam waktu dua hari, akan ada kelebihan kas untuk perusahaan kita”. Elif semakin ingin tau perkembangan kondisi perusahaan, “kapan kepastiannya, kenapa kau tidak mengabariku?”. Levent menjelaskan, “ada satu perusahaan akhirnya setuju dengan penawaranku, aku juga tidak mau mengabarimu sebelum semuanya jelas”. Elif tersenyum lega menatap Levent dan mengungkapkan rasa terima kasihnya sebagai pimpinan, “aku benar-benar membutuhkan kabar seperti ini, terima kasih”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :