Elif menunjukkan ekspresi ragu, karena selama ini memang selalu dia yang mencium Omer, “entahlah, tapi hatiku berkata bahwa aku tidak boleh menyerah Bahar”. Bahar mengingatkan sahabatnya itu lagi, “aduh Elif, suara hati itu adalah angan-angan kita saja, tidak selalu mengatakan hal yang benar. Ayolah Elif, jangan naif seperti itu”. Elif meyakinkan Bahar, “dengar, aku benar-benar melewati hari yang indah, aku mohon, biarkan aku menikmatinya”. Bahar menunjukkan wajah mendukung, “baiklah, aku selalu memikirkan kebahagiaanmu, ya sudahlah, lalu apa yang kalian lakukan”.

Elif bercerita, “kami ke Poleneskoi, lalu kami singgah di tool kita”. Bahar memberikan komentar, “bagus sekali, ya, tentu saja disana selalu menyenangkan. Ia lelaki yang sangat beruntung, kalau tidak ada kau, mana mungkin dia masuk kesana. Yaa, kecuali jika ada kejadian kriminal disana”. Senyum di wajah Elif langsung hilang mendengar pendapat Bahar, “menurutmu apa yang ku lakukan itu salah. Aku pikir membawanya kesana adalah hal baik untuknya, apa benar ia merasa segan?”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 76 episode

Bahar tak bisa memberikan jawaban pasti, “entahlah, ia itu, orangnya bagaimana yaa. Menurut pemikiranku, pasti perasaannya bisa kacau”. Elif jadi cemas, takut Omer menjauh, “ya ampun, aku sama sekali tidak memikirkan itu Bahar. Apa menurutmu dia akan tersinggung?”. Bahar tak peduli, “biar saja kalau dia tersinggung, kenapa harus kau pikirkan? Menurutku sebaiknya kita jangan membuat orang lain menunggu, ayo kita berangkat dan mulai pekerjaan kita”.

Di luar perkiraan Bahar, Elif yang kalau sudah penasaran dan punya mau, ia akan menyelesaikannya, ia berkata dengan yakin, “Bahar, aku tidak bisa ikut dalam rapat”. Bahar kaget dengn keputusan Elif, “apa maksud mu tidak bisa ikut, apa yang akan kau katakan pada Levent?”. Elif memberikan ide alasan, “bilang saja ada sesuatu, jelaskan apa permintaan kita, tapi yang jelas, aku mau gambar yang merinci. Lagi pula nanti, aku pasti akan melihat semuanya”.

Bahar menahan rasa kecewanya, betapa Elif dengan mudahnya mengambil sebuah keputusan, dan dia sebagai karyawan yang harus membereskannya. Tapi Bahar tetap menunjukkan senyum dan mengangguk. Elif memegang tangan sahabat yang dikiranya sangat memahaminya, mengecup pipi Bahar sebagai bentuk ucapan terima kasih, “aku harus menemui Omer sekarang, kalau tidak aku tidak akan tenang”, kemudian bergegas ke dalam. Tinggallah Bahar dengan wajah meringis menahan kekecewaannya, entah kapan ia bisa menyamai Elif.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 77 episode

Di kantor polisi, di ruang kerjanya, Omer duduk di meja sambil melihat dokumen. Arda menyodorkan segelas minuman, “ini, silahkan”. Omer menaroh berkas di meja, “terima kasih banyak Arda”, sambil meminum teh. Arda ingin tau kondisi temannya itu, “apa kabar Omer. Ma’af yaa, Pelin tidak memberitauku, andai saja waktu itu ada aku. Aku sungguh kesal pada Pelin”. Omer tak mempermasalahkan itu lagi, “sudahlah, tidak perlu marah, dia juga bingung harus melakukan apa”. Arda tetap dengan pendapatnya, “tentu saja aku marah, karena membantu sahabat itu kan hakku”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :