[Cinta Elif Sinopsis] : Omer Terpuruk Oleh Cinta Yang Telah Dibohongi, Elif Hadir Menghibur, Cinta Kembali Menyapa Hati Omer


Cinta Elif Kara Para Ask #19 57 episode

Di tempat Elif Omer menghabiskan hari, mereka berdua masih rebahan di alam terbuka sambil menatap langit. Elif memiringkan kepala menatap Omer, Omer melakukan gerakan yang sama. Bola mata Omer mengecil menatap mata Elif. Elif membenarkan kepalanya, Omer juga lebih memiringkan kepalanya menatap Elif, kepala mereka semakin dekat. Omer menelan ludah, Elif juga. Omer lebih memiringkan wajahnya, Elif menunggu, mereka berdua sudah terbawa perasaan ingin melakukan kontak fisik lewat bibir.

Omer menguasai diri, ia menarik wajahnya sambil menggaruk jidat, “oh, sudah malam, bagaimana kalau kita pulang’, walau dengan suara serak. Elif juga memegang jidat, membasahi bibirnya yang tak jadi di sentuh bibir Omer. Ia langsung duduk, “ayo kita pergi, macetnya juga sudah selesai”. Omer bangkit, “ya, sudah selesai”, berdiri sambil menarik nafas. Elif masih duduk menenangkan diri. Omer mengulurkan tangan kanannya dengan tatap polos, “ayo”. Omer menunjukkan sikap biasa, bukan berarti dengan membatalkan semuanya, ia tidak menginginkan Elif, tapi ia tidak mau memanfaatkan situasi sebelum ia sendiri yakin dengan hatinya.

Elif terpana menatap Omer, kemudian menaroh tangannya diatas tangan Omer, bangkit, melangkah. Omer menarik nafas sebentar sebelum menyusul Elif. Elif berkata, “aku sangat senang dengan datang kesini, ku harap kau juga sama”. Omer juga merasakan hal yang sama, “ya, senang sekali. Bagaimana aku bisa membayar semua”, sambil menarik dompetnya dari kantong belakang celananya. Elif hanya berdiri. Omer menoleh ke belakang, menatap Elif, “apa lewat sini, aku orang baru, tolong bantu aku”. Elif memberitau, “kau tidak perlu membayarnya”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 58 episode

Omer mengangkat bahunya tak mengerti, “tidak perlu bagaimana, dari pagi kita disini kan. Jangan bilang kau sudah membayarnya”. Elif menjelaskan, “aku juga tidak bayar, disini menggunakan sistem member. Kami seumur hidup member ditempat ini, jadi, tidak usah membayar lagi”. Omer tak percaya begitu saja dengan penjelasan Elif, “hmm, aku akan tetap menanyakannya”. Elif mempersilahkan, “tanya saja”. Omer kembali dengan komentar konyolnya, “ya, ampun, aku merasa ini aneh sekali. Aku tidak mengerti ini”.

Elif melangkah, tak mau membahas lebih lanjut, bisa panjang berdebat dengan Omer, “ayolah, aku tidak bisa menunggumu, nanti kau pulang dengan kuda”. Omer memasukkan dompetnya kembali, “mobilnya ada padaku nona”, sambil menuju bagian kemudi dengan langkah yakin. Elif mengangkat tangannya, memperlihatkan apa yang dipegangnya, kunci mobil Omer. Omer tertegun. Elif menggoda, “menurutmu begitu?”.

Omer takjub, Elif mengmbil kunci tanpa ia sadari, “waaah, lemparkan padaku sekarang”. Elif melemparkan kunci sambil tersenyum, Omer menangkap juga dengan tersenyum, “kapan kau mengambilnya”, sambil membuka pintu mobil. Elif menjawab ringan, “aku lupa, di meja”. Mereka sudah di dalam mobil dengan wajah berseri.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

5 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Omer Terpuruk Oleh Cinta Yang Telah Dibohongi, Elif Hadir Menghibur, Cinta Kembali Menyapa Hati Omer

    • dizaz berkata:

      Ntar rasa penasarannya berkurang dong kakak, setiap episodenya seru kok, yang jahat semuanya akan berakhir tragis dan yang berjuang atas cinta akan berakhir bahagia walau jalannya panjang dan berliku, namanya juga drama 🙂

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.