[Cinta Elif Sinopsis] : Omer Terpuruk Oleh Cinta Yang Telah Dibohongi, Elif Hadir Menghibur, Cinta Kembali Menyapa Hati Omer


Cinta Elif Kara Para Ask #19 50 episode

Omer juga bercerita masa kecilnya sambil menikmati makanan mereka, “aku juga saat pulang dengan teman-teman biasa berenang di selat selatan sport, kami tidak peduli dinginnya, kami melompat ke laut. Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana serunya berenang melawan arus”. Elif memberi pendapat, “bukankah itu berbahaya”.

Omer mengiyakan, “yaa tentu berbahaya! Lalu setelah itu aku pulang ke rumah secara diam-diam supaya tidak ada yang tau kalau tubuhku basah. Mendiang ayah selalu melindungiku dari kemarahan ibuku. Oya, waktu aku berusia sembilan tahun, aku sudah pernah menjelaskan kepadamukan, ayahku punya toko di Kapalikasi, aku biasa membantunya diakhir pekan, saat itu aku dan kakak mengumpulkan koran-koran bekas, kami bentuk menjadi sebuah kantong dan kami jual ke toko-toko, tidak bisa menjelaskan betapa nikmatnya hasil uang jualan itu”.

Elif bertanya bagaimana Omer memanfaatkan uang pertamanya, “apa yang kau beli dengan uang itu”. Omer tersenyum mengenang masa kecilnya, “apa yang ku beli? Namanya juga anak-anak, aku membeli sebuah harmonika dan aku memainkannya dari pagi sampa malam. Kemudian aku juga membeli pancingan, selagi berenang dengan teman-teman, aku juga memancing, ikannya aku jual”. Elif merespon cerita Omer dengan serius, “ternyata kau bakat menjadi pedagang, kau hebat sekali”. Omer merendah, “tapi sekarang, siapa yang tau takdirku jadi polisi”. Mereka saling bertatapan lagi, karena takdir polisi itulah yang mempertemukan mereka.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 52 episode

Salah satu karyawan tempat itu menghampiri meja Elif Omer, “ada lagi yang kau inginkan nona Elif, apa ingin kopi”. Elif bertanya dengan matanya pada Omer. Omer mengangkat bau, “sudah cukup untukku”. Elif menjawab karyawan itu, “aku juga tidak mau nyonya Selki, terima kasih”.

Si nyonya memberi tau Elif, “tahun ini kolam renang akan dibuka lebih awal, kami tunggu kedatanganmu”. Elif tersenyum, “aku harap begitu”. Si nyonya membiarkan Elif melanjutkan makan, “baiklah, silahkan”. Omer menatap Elif, kemudian menarik nafas mengidarkan mata ke sekeliling, meminum minumannya. Elif melakukan hal yang sama, tapi ujung-ujungnya mereka saling tatap lagi, sambil menelan ludah masing-masing. Keduanya sama-sama tau apa yang mereka inginkan, tapi sama-sama masih bisa menahan diri.

Siang sudah berganti malam, Elif rebahan di salah satu taman yang memang di sediakan untuk bersantai menikmati langit. Malam itu ada bulan sabit. Omer mendekat, mengambil alas yang tersedia, membentangkannya disamping Elif. kemudian duduk, mendongak ke langit, ikut rebahan di sebelah Elif. Untuk sesaat keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil menatap langit. Elif memiringkan kepalanya menatap Omer. Omer melakukan gerakan yang sama, menatap Elif, tersenyum, kembali menatap bulan sabit di langit.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

5 respons untuk ‘[Cinta Elif Sinopsis] : Omer Terpuruk Oleh Cinta Yang Telah Dibohongi, Elif Hadir Menghibur, Cinta Kembali Menyapa Hati Omer

    • dizaz berkata:

      Ntar rasa penasarannya berkurang dong kakak, setiap episodenya seru kok, yang jahat semuanya akan berakhir tragis dan yang berjuang atas cinta akan berakhir bahagia walau jalannya panjang dan berliku, namanya juga drama 🙂

      Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.