Cinta Elif Kara Para Ask #19 30 episode

Di jalan, Omer yang sedang mengemudi menatap Elif yang duduk di sebelahnya, “mmm, kita mau kemana nona?”. Elif memutar-mutar sedikit rambutnya, khas orang yang sedang jatuh cinta, “jangan khawatir, sebentar lagi sampai”. Omer kembali menatap nona cantik disebelahnya, “baiklah kalau begitu”.

Elif memberi arah, “kau ambil jalan kanan, setelah itu ku beritau”. Omer kembali menatap Elif, tersenyum, “baik nona”. Elif pun memandu jalan, “pintu keluar pertama, Poleneskoi”. Omer agak heran, “o, jadi, kita akan ke Poleneskoi?”. Elif meledek Omer, “ya ampuun, memangnya kenapa haah?”. Omer memberitau alasan keheranannya, “yaa, itu kan sangat jauh, dan aku bisa pulang terlambat kalau begitu, mereka juga akan mengkhawatirkanmu”.

Elif menenangkan jagoan polisi yang sudah mengisi pikirannya itu, “memangnya kenapa kalau kita menghilang setengah hari saja, tidak apa-apakan?”. Omer melajukan mobil ke arah yang diminta Elif, “yaa, baiklah”, sambil melirik Elif dengan senyum. Elif juga melakukan hal yang sama. Omer berkata dalam wajah yang tak henti tersenyum, “hmmm, kau ini ada-ada saja”. Elif kemudian mengambil ponsel Omer. Omer yang sedang menyetir agak curiga, “mmm, apa yang kau lakukan”.

Cinta Elif Kara Para Ask #19 31 episode

Di rumah ke luarga Demir, nyonya Elvan dan Melike sedang rapi-rapi rumah. Melike bicara pada mertuanya yang terlihat sedih, “ibu, jangan begitu”. Nyonya Elvan hanya menarik nafas berat, kemudian melanjutkan melap meja di dekat mesin jahit. Melike yang sedang memegang sapu tak tahan di diamkan, “baiklah, jangan bicara denganku, seakan-akan aku memfitnah Sibel, setiap aku mengatakan sesuatu yang benar, aku selalu di salahkan?”. Telfon rumah berbunyi, Nyonya Elvan dan Melike sama-sama melirik ke arah telfon.

Melike masih melanjutkan ucapannya, “tentu saja, aku memang bukan siapa-siapa, aku tidak boleh ikut campur urusan keluarga”. Nyonya Elvan tak merespon menantunya, ia mengangkat telfon, “hallo”, terdengar suara Elif, “hallo, ini aku Elif, bagaimana kabarmu?”. Omer tersenyum di sebelah Elif. Nyonya Elfan yang menerima telfon di rumah juga tersenyum, “hoh, aku baik-baik saja nak, bagaimana kabarmu”.

Wajah Elif sangat bahagia saat bicara di telfon dengan ibunya Omer, “aku juga baik terima kasih, saat ini aku sedang bersama dengan Omer, kami berdua sedang menenangkan diri. Omer takut kalau kau mengkhawatirkannya, makanya aku memberi kabar”. Omer yang sedang menyetir, padahal sebelumnya lagi gundah, sejak bertemu Elif hari ini, tanpa ia sadari ia sangat sering tersenyum. Ia yang sedang menyetir mobil semakin senyum-senyum melihat Elif bertelfon ria dengan ibunya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :