Ashoka: Coba Di Racun oleh Wanita Ular Pesanan Sushima


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Acharya Chanakya yang menemukan para pemusik mati, semakin waspada, ia curiga musuh akan mencelakai Ashoka lewat makanan, untuk itu ia meminta Radhagupt untuk memperketat penjagaan di dapur. Dilain pihak, Ahankara curhat pada Ashoka bahwa ia tidak ingin menikah dengan Sushima. Ashoka pun berinisiatif meminta pada ayahnya, Yang Mulia Bindusara untuk menanyakan kesiapan Ahankara. Tapi karena takut pada Sushima yang sedang pura-pura baik di depan Yang Mulia dengan menggendong adiknya, Ahankara terpaksa bilang kalau ia setuju untuk menikah.

Ashoka #177 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #177, dengan wajah sedih, Ahankara menyampaikan isi hati yang bukan sebenarnya pada Yang Mulia, “tadinya aku merasa kalau Sushima tidak mencintai ku lagi”. Ashoka yang memang ikut mendengar tersenyum memberi kekuatan pada Ahankara agar jujur. Betapa terkejutnya Ashoka saat Ahankara melanjutkan ucapannya dengan terbata, “tapi, ternyata aku salah”. Permaisuri Dharma pun terkejut, Bindusara bingung. Sushima tersenyum, begitu juga dengan permaisuri Charumitra, Ahankara tidak nekat mengatakan tidak setuju. Ashoka hanya bisa menarik nafas melihat Ahanakra bersandiwara dengan masa depannya sendiri.

Ahankara menambahkan penjelasannya pada Bindusara, “suatu hari, temannya Sushima bernama Indrajit, berprilaku buruk padaku dan, Sushima juga melindungiku”. Bindusara melirik Sushima yang dibalas senyum. Permaisuri Dharma hanya memperhatikan Ahankara yang melanjutkan ucapannya, “Sushima pun minta ma’af padaku atas perlakuannya yang kasar, baru aku menyadari kalau Sushima memang marah padaku, tapi sampai kapanpun, hatinya tetap mencintaiku. Karena itulah aku memutuskan untuk memberinya kesempatan pada cintaku. Dan aku bersedia untuk menikah dengannya”.

Ashoka #177 02 episode

Ashoka hanya bisa bengong melihat Ahankara memutar balikkan apa yang disampaikan sebelumnya. Permaisuri Dharma memperhatikan Sushima yang menggendong adik Ahankara dengan wajah senyum-senyum. Ashoka menahan geram, ia yakin Sushima pasti sudah mengancam Ahankara. Sushima merespon Ahankara, “aku senang mendengar ucapanmu itu. Aku berjanji, apa yang sudah kau katakan pasti akan ku laksanakan”. Ahankara menarik nafas, kemudian melirik Ashoka yang memalingkan tatapannya dengan wajah kesal. Ahankara berusaha tersenyum agar tidak menimbulkan kecurigaan Bindusara.

Bindusara pun memberikan respon atas apa yang sudah di dengarnya dari kedua belah pihak, “aku senang sekali putri Ahankara, kau sudah menerima dia dengan hati yang tulus. Tapi kalau nanti kau ada masalah, kapan saja datanglah padaku”. Ahankara tersenyum tertunduk. Permaisuri Charumitra tersenyum penuh kemenangan, Ashoka tidak berhasil menunjukkan sifat Sushima yang sebenarnya.

Ahankara kemudian membalikkan badan, mengambil adiknya dari gendongan Sushima, menoleh kembali ke arah Bindusara yang tersenyum tanpa curiga apapun. Dharma menatap prihatin, Ashoka manyun. Ahankara kemudian meninggalkan ruangan itu sambil menggendong adiknya, diikuti tatapan prihatin Ashoka dan permaisuri Dharma.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s