Ashoka: Mimpi Chanakya Tentang Singgasana Magadh. Pagi Pertama Dharma Sebagai Permaisuri dan Ashoka Sebagai Pangeran, Menjalani Tradisi Mandi Susu


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, ibu suri Helena mengambil hati Bindusara, dengan mengaku bahwa dia salah menilai Chanakya selama ini yang dikira akan menaikkan orang biasa ke singgasana, tapi ternyata yang dilindungi Chanakya justru istri dan anak kesayangan Bindusara. Di sisi lain, Helena juga terus mematangkan siasatnya bersama Noor. Chanakya menyampaikan rasa senang melihat Ashoka sudah menjadi pangeran, tapi berpesan karena dimasa depan akan banyak musibah. Sushima menunggu Ashoka untuk kembali menghina Ashoka.

Ashoka #174 00 episode

Sinopsis serial Ashooka #174, Sushima yang menghadang Ashoka di depan kamar, langsung bicara, “selama ini aku hanya menganggap kau sebagai manusia hina, tapi sekarang aku akan menganggap dirimu lebih hina, seseorang yang telah tega mempertaruhkan nyawa ibunya demi mendapatkan singgasana”. Ashoka berteriak mendengar hinaan Sushima itu, “kakak!”, sambil menatap Sushima dan menenangkan didirnya sendiri dengan mengatur nafas.

Ashoka #174 01 episode

Sushima merasa tak ada yang salah dengan ucapannya, “kenapa kau berteriak, kau ingin melakukan sesuatu?”, sambil mendorong dada Ashoka untuk memancing emosi, “pukul aku, angkat senjatamu dan pukul aku! Lagi pula tidak ada yang akan memarahimu lagi, kau bukan orang sederhana lagi sekarang, kau sudah menjadi pangeran Magadh, jadi gunakan pedangmu, dan habisi aku”.

Tapi keinginan Sushima untuk melihat Ashoka terpancing emosi, malah tak terjadi, Ashok mengatupkan gerahamnya dan menatap tajam Sushima, “tadinya aku sudah mengira kau sudah berubah, ternyata aku salah!”. Sushima tetap menunjukkan kalau dia bisa berbuat sesukanya pada Ashoka, “kau dan Siyamak adalah sahabat karib, kalian selalu mendukung satu sama lainnya bukan. Sekarang kau lihat saja, bagaimana kau dan Siyamak keluar dari permainan singgasana ini, itu juga secepatnya”, sambil mengangkat telunjuk ke arah Ashoka.

Ashoka dengan tenang menutup telunjuk Sushima dengan tangannya dan menurunkannya. Sushima akhirnya menarik tangannya. Ashoka berkata, “kelihatannya kau tidak ingat, tapi aku sudah mengatakan dengan jelas bahwa aku tidak menginginkan singgasana”. Sushima melengos tak percaya sambil membalikkan badannya, “hmmm, bukan berarti kau mengatakannya aku akan percaya”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s