Serial Ashoka

Ashoka: Pertemuan Dharma-Bindusara. Mengetahui Kebenaran Dari Chanakya. Kedok Khorasan Terbongkar


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Khorasan menunjukkan jalan rahasia untuk mencapai teras. Ashoka berhasil menjebak Khorasan menemui Dharma, tapi mau dihabisi. Sesuai rencana, Bindusara muncul menyelamatkan. Sebelum itu, Khorasan melempar Ashoka dari menara. Khorasan menemui Dharma, sebelum mencelakai Dharma, Ashoka muncul. Khorasan mengetahui kalau Ashoka putra Dewi Dharma dengan Bindusara, tanpa disadarinya mengakui kalau semua tuduhan pada Dharma itu ia yang merancangnya dan memanfaatkan Niharika untuk menyampaikan, kemudian Khorasan mau menyerang Dharma dan Ashoka dengan pedangnya, Bindusara yang baru muncul menahan pedang Khorasan dengan pedangnya.

Ashoka #168 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #168, Ashoka yang tersungkur karena di dorong Khorasan, menengadah menatap Bindusara. Ashoka bisa melihat betapa marahnya Bindusara menatap Mir Khorasan. Ashoka bergumam, “ayah?”. Bindusara bersuara, “Mir!”.

Khorasan mencoba membela diri, “Yang Mulia, ini,,”. Bindusara menendang Khorasan hingga tersungkur ke meja tempat tameng. Ashoka yang masih dalam posisi tergeletak dilantai memperhatikan semuanya.

Ashoka #168 01 episode

Yang Mulia Bindusara kemudian menoleh ke wajah Dharma. Bindusara terbayang saat ia melangsungkan pernikahan dengan wanita yang sangat dicintainya itu dan memegang dagu pengantinnya agar menatapnya. Bindusara terbayang saat ia melihat Dharma yang sedang memegang lilin di teras istana. Bindusara lebih mendekat ke Dharma yang menatapnya dengan sepenuh jiwa. Ashoka tersenyum melihat ayahnya yang sudah bisa melihat wajah ibunya langsung setelah sekian tahun, ia bangun dan berdiri dengan kaki agak pincang.

Yang Mulia Bindusara bergumam, “Dharma, Dharma”. Dharma menangis menatap lelaki yang juga sangat dicintainya itu. Ashoka juga terharu menatap ayah dan ibunya. Yang Mulia Bindusara merengkuh Dharma. Dharma menangis di dada Bindusara, kemudian menunjuk ke arah Ashoka berdiri, “Yang Mulia, anak kita, Ashoka”.

Bindusara terkejut, menoleh ke Ashoka. Ashoka tersenyum menahan tangis haru, Bindusara tersenyum haru, “Ashoka”, sambil membuka tangannya, Ashoka mendekat ke pelukan ayahnya. Bindusara merengkuh dua orang yang sangat dirindukannya itu, ia mengusap kepala Ashoka, “anakku”. Ashoka menatap ibunya. Mereka bertiga saling berpelukan dalam rengkuhan Yang Mulia Bindusara.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.