Ashoka: Berhasil Menjebak Khorasan Menemui Dharma, Malah Mau Dihabisi. Sesuai Rencana, Bindusara Muncul Menyelamatkan


Ashoka berusaha menahan serangan Khorasan, tapi kekuatan Mir juga tidak kalah. Pedang ditangan Ashoka menahan serangan Khorasan, saat ia akan membalas dengan mengayunkan pedangnya, Dharma bersuara dengan cemas karena nanti Ashoka akan menjadi orang yang akan menebas musuhnya, “Ashoka!”, ia berusaha mencegahnya. Ashoka menoleh ke arah ibunya. Mir Khorasan yang memang tidak berperikemanusiaan, memanfaatkan ketidak fokusan Ashoka, ia mengayunkan pedangnya, pedang ditangan Ashoka terlepas.

Ashoka terkejut, ia menatap Mir. Mir berkacak pinggang, seakan nyawa dua orang di depannyak, Ashoka dan Darma, ada ditangannya. Mir mengayunkan pedangnya, Ashoka berlutut memegang kaki Khorasan, “hentikan Mir, hentikan”, sambil menengadah menatap Khorasan. Khorasan kemudian melirik Dharma yang sangat cemas. Khorasan merasa diatas angin, “ckckckck, apa yang kau lakukan Dharma, kesempatan akhir yang kau miliki agar bisa hidup, itupun kau sia-siakan. Kini kalian berdua akan mati ditanganku”. Dharma menggeleng, “tidak”, sambil menahan tangis.

Ashoka #167 23 episode

Khorasan menunjukkan sikap kalau dia berkuasa, “kau dan juga, putramu ini!”. Dharma menangis, menutup mulutnya, “tidak, Ashoka”. Khorasan semakin bicara dengan sombong, “dan lebih hebat lagi, kau akan diingat sebagai seorang pengkhianat!”. Mata Ashoka bergerak cepat mendengar hal itu. Dharma terpaku, Ashoka yang masih berlutut memegang kaki Khorasan, bersuara, “tidak Mir, tidak! Kau ingin agar kami tidak hidupkan? Baiklah, kami siap, kami berdua siap, tapi jangan cemarkan nama baik ibuku. Selagi hidup aku tidak bisa memberikan kehoramatan padanya, setidaknya setelah mati, jangan sampai namanya tercemar”. Khorasan menatap Dharma yang menangis dalam cemasnya.

Ashoka terus bicara dalam posisinya bersimpuh di kaki Mir, “apa yang kau dapatkan setelah kami mati, itu bisa kau dapatkan tanpa mencemarkan nama ibuku”. Khorasan memberitau alasannya, “aku mau katakan apa dihadapan Bindusara! Apa yang akan aku jawab, kenapa aku mengahbisi kalian berdua! Apa alasanku yag sebenarnya”. Ashoka yang masih bersimpuh menatap Khorasan.

Dharma menangis menatap Khorasan, mencemaskan Ashoka. Khorasan yang merasa tidak akan bisa terselamatkan memberitau, “tuduhan yang dilontarkan oleh permaisuri Niharika kepadamu, akulah yang mangajarinya”. Ashoka terkejut mendengar pengakuan Khorasan. Dharma menatap Khorasan yang masih memberitau rahasia ebobrokannya, “karena aku ingin, bila aku berhasil menghabisi kalian berdua, tidak ada yang akan menudingku Tidak ada yang menyalahkan aku”. Dharma semakin terkejut atas adanya hompromi jahat yang diakui Khorasan

Ashoka menatap Khorasan dengan tatap geram. Khorasan masih bicara, “dan kalau kalian sudah mati, apa urusannya nama bik atau nama yng tercemar! Pekerjaan yang tidak bisa lakukan empat belas tahun yang lalu, akan aku lakukan hari ini! Empat belas tahun lalu, aku melakukan kesalahan menganggap kau mati. Aku tidak akan melakukan kesalan itu lagi. Kalian ibu dan anak, hari ini akan mati ditanganku!”.

Ashoka yang memegang kaki Khorasan menatap Khorasan dengan tatap marah. Khorasan menendang Ashoka hingga tersungkur. Dharma refleks mengulurkan tangan mau membantu anaknya, “Ashoka!”. Mir mengayunkan pedangnya ke arah Dharma. Dharma menutup wajahnya dengan teriakan takut. Sebelum pedang Khorasan mengenai Dharma, ada pedang yang menahannya. Pedang Yang Mulia Bindusara.

Ashoka #167 24 episode

Bindusara berdiri di depan Dharma yang ketakutan, menahan pedang Khorasan. Dharma terkejut menyadari siapa yang menyelamatkannya dari tebasan pedang Khorasan. Ashoka yang tersungkur juga menatap orang yang telah menyelamatkan ibunya, ternyata ayahnya, Bindusara. Bindusara menatap Mir dengan penuh kemarahan.

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Mir Khorasan yang berhasil di tahan serangannya oleh Bindusara, masih berusaha melenyapkan Bindusara dengan menghunuskan pedangnya, Bindusara menahan dengan tangannya, kemudian menendang Khorasan. Khorasan yang sudah sangat menginginkan tahta Magadh untuk Siyamak terus menyerang Bindusara. Niharika yang tak ingin kedoknya terbongkar, membantu Khorasan, ia mengayunkan pedangnya ke arah Bindusara. Bindusara memutar badan, mengayunkan pedangnya kearah Niharika yang menghalanginya, Niharika tersungkur ke lantai dengan mata terbelalak dalam sekali tebas.

Iklan

One response to “Ashoka: Berhasil Menjebak Khorasan Menemui Dharma, Malah Mau Dihabisi. Sesuai Rencana, Bindusara Muncul Menyelamatkan

  1. Ping-balik: Ashoka: Pertemuan Dharma-Bindusara. Mengetahui Kebenaran Dari Chanakya. Kedok Khorasan Terbongkar | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.