Ashoka: Sukses Menampilkan Drama Kisah Cinta Yang Unik di Pesta Ulang Tahun Bindusara, Memancing Khorasan Dengan Wajah Dharma


Sementara mereka yang menonton pertunjukan menunjukkan rasa puas dengan bersuara, “hebat! Hebat! Ini luar biasa! Hebat!”. Bindusara juga menyampaikan pendapatnya, “aku ingin sekali memberikan hadiah pada kalian yang mementaskan drama ini”. Helena, Charumitra, Subrasi, semua tersenyum. Noor menunjukkan wajah masam, kurang senang karena Siyamak bukan salah satu pemain pementasan. Bindusara masih mengungkapkan pendapatnya, “sungguh, untuk sejenak aku merasa bahwa aku pun jadi bagian dari Drama ini”. Helena tersenyum penuh arti berhasil membuat Bindusara terkesan, sekaligus menyibukkan Ashoka. Ahankara juga tersenyum mendengar pendapat Yang Mulia.

Ashoka #166 17 episode

Sushima menggumamkan rasa irinya pada keberhasilan Ashoka menampilkan pertunjukan, “wah! Untuk membuktikan dirinya hebat, dia menggunakankesempatan ini”. Bindusara memperhatikan semua yang hadir, mencari dengan matanya, wajahnya mengernyit, “dimana Ashoka?”. Sushima yang tak juga tak menyadari saat Ashoka meninggalkan panggung, sedikit terkejut. Helena, Niharika dan Ahankara, ikut terkejut, tapi dalam kecemasan yang berbeda. Siyamak yang awalnya tersenyum, juga mengernyitkan wajah begitu tau Ashoka sudah menghilang dari acara.

Helena yang risau, melihat ke arah bangku Mir Khorasan yang ternyata juga kosong. Senyum tipis menghias wajahnya saat ia membathin, ‘hari sudah sore, pasti Ashoka mengajak Mir pada Dharma”, wajahnya kemudian berfikir melihat Bindusara yang terlihat risau dengan tidak adanya Ashoka. Ia langsung menenangkan Bindusara, “mungkin dia keluar karena ada urusan yang penting. Nanti saja kau ucapkan terima kasih padanya, tapi kali ini, para tamu kali ini mengucapkan selamat kepadamu”. Noor melirik Bindusara dengan wajah menyimpan dendam, Charumitra juga menatap Bindusara dengan tatap iri, karena Bindusara yang sangat peduli pada Ashoka.

Bindusara pun setuju dengan masukan Helena, “tentu ibu”. Helena tersenyum, Niharika jadi ikut tersenyum lega, Bindusara tidak akan mencari Ashoka. Tamu berdiri kehadapan singgasana sambil membawa nampan berisi hadiah, “selamat atas pertunangan pangeran dan selamat ulang tahun untuk Yang Mulia”. Bindusara tersenyum dan mengangguk, seorang pelayan mengambil hadiah dari tangan tamu, mengantarnya ke hadapn Bindusara yang langsung menaroh tangannya diatas kain penutup hadiah itu sebagai lambang ia menerima hadiah tersebut dengan senang hati. Helena tersenyum, kemudian melirik Noor.

Ashoka #166 18 episode

Sementara itu, Khorasan bergegas di salah satu lorong, matanya mencari, wajahnya mulai terlihat kesal. Ashoka yang memang mengikutinya, muncul di belakangnya, “apa yang kau lakukan disini panglima?”. Khorasan membalikkan badan, memberitau Ashoka, “aku lihat dia, aku melihat Dharma!”.

Ashoka terkejut, “kau datang untuk memberitau hal itu, aku sudah katakan, kalau dia menghubungiku, aku akan memberitau mu, dia, dia ada disana, sambil menunjuk sebuah tempat. Khorasan langsung bersemangat, “ayo kesana, ayo cepat kesana!”. Ashoka pun bergerak, “ayo”. Mereka berdua jalan bergegas. Ashoka yang berjalan di depan, membathin, “semoga saja Mir tidak berhasil mencelakai ibuku”, dengan wajah tegang. Di belakang, Khorasan mengikuti.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan